
Ilustrasi bekerja sambil duduk (Dok. Freepik)
JawaPos.com – Di era serba digital seperti sekarang, sebagian besar aktivitas kita tanpa kita sadari menunjukkan postur yang sama yaitu duduk dengan durasi yang lama. Mulai dari bekerja di depan laptop, menonton serial favorit, hingga sesederhana bermain ponsel sepanjang hari, semuanya dilakukan sambil duduk. Selain rasa pegal yang muncul di sekitar punggung dan bokong, siapa sangka aktivitas yang terlihat sederhana dan tidak berbahaya ini ternyata menyimpan dampak yang jauh lebih serius.
Tubuh manusia sejatinya tidak dirancang untuk diam terlalu lama. Otot dan sendi kita tetap butuh pergerakan agar aliran darah tetap lancar, metabolisme bekerja normal, dan organ-organ vital tetap aktif sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, saat duduk dilakukan sepanjang hari, tubuh pasti akan memberi sinyal ketidaknyamanan misalnya nyeri punggung, leher kaku, atau konsentrasi menurun. Sayangnya, banyak orang mengabaikan sinyal pertanda ini, padahal efek jangka panjangnya bisa jauh lebih serius.
Kebiasaan duduk berjam-jam tanpa diselingi gerakan aktif bukan hanya soal rasa tidak nyaman, tetapi juga menyangkut kualitas hidup dan kesehatan jangka panjang. Dampak seriusnya bisa berubah status menjadi bahaya jika terlambat ditangani. Lalu bagaimanakah langkah antisipasi yang tepat? Simak artikel berikut hingga akhir.
Bahaya Duduk Terlalu Lama
1. Risiko Obesitas
Melansir dari Cleveland Clinic, saat seseorang duduk dalam waktu lama, tubuh membakar kalori jauh lebih sedikit karena otot tidak digunakan. Tanpa aktivitas, tubuh tidak merasa perlu menghasilkan energi tambahan untuk menggerakkan otot yang sedang "istirahat". Ketika hal ini berlangsung terus-menerus, asupan kalori yang masuk menjadi lebih besar daripada yang dibakar melalui aktivitas fisik atau olahraga. Kebiasaan ini pada akhirnya memicu peningkatan berat badan dan berpotensi menyebabkan obesitas. Tidak hanya itu, durasi duduk yang panjang juga mengacaukan keseimbangan hormon yang berperan dalam mengatur nafsu makan dan metabolisme. Kondisi ini membuat tubuh lebih mudah menyimpan lemak. Menurut Mayo Clinic, duduk terlalu lama berkaitan erat dengan peningkatan risiko obesitas dan berbagai kondisi yang menjadi bagian dari sindrom metabolik.
Penjelasan serupa juga disampaikan Alodokter, yang menyebut bahwa duduk berkepanjangan dapat menurunkan pelepasan molekul penting seperti lipoprotein lipase. Molekul ini berfungsi mengolah gula dan lemak dalam tubuh. Ketika jumlahnya menurun, proses pemecahan lemak melambat, sehingga risiko penumpukan lemak termasuk di bagian perut sehingga kemungkinan buncit menjadi lebih tinggi. Ditambah lagi, orang yang banyak duduk cenderung makin jarang bergerak atau berolahraga. Jika kebiasaan ini disertai perilaku lain seperti sering ngemil, makan berlebihan, atau kurang tidur, risiko kenaikan berat badan hingga obesitas akan meningkat semakin cepat.
2. Penyakit Jantung dan Hipertensi
Jantung adalah otot yang akan melemah bila jarang digunakan. Terlalu banyak duduk terbukti meningkatkan risiko penyakit jantung karena tubuh menjadi tidak aktif, sehingga terjadi tekanan pada sistem tubuh hingga ke tingkat sel. Kondisi ini kemudian dapat memicu berbagai faktor risiko kardiovaskular, seperti hipertensi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kurang gerak dapat meningkatkan peluang terkena penyakit jantung dan gangguan kardiak lainnya bahkan pada orang yang memiliki berat badan dan BMI normal.
Duduk terlalu lama dapat menggandakan risiko serangan jantung dan meningkatkan kemungkinan terkena penyakit pembuluh darah, termasuk stroke, terutama pada mereka yang bekerja dalam posisi duduk sepanjang hari.
3. Nyeri Berlebih dan Mempengaruhi Postur Tubuh
Duduk terlalu lama bukan hanya membuat tubuh terasa kaku, tetapi juga dapat menimbulkan berbagai keluhan pada otot dan tulang belakang. Posisi duduk yang terlalu sering dan terlalu lama dapat membebani otot punggung serta pinggul hingga akhirnya menimbulkan rasa pegal dan nyeri. Apalagi jika posturnya kurang tepat, tekanan pada cakram tulang belakang akan semakin besar dan berisiko menyebabkan nyeri kronis yang menetap dalam jangka panjang..
Postur buruk seperti membungkuk atau menghadap layar terlalu lama dapat membuat bahu menjadi membulat, memicu ketegangan pada punggung, serta menimbulkan sakit leher. Duduk berkepanjangan juga membuat pelumasan alami pada sendi berkurang dan melemahkan otot-otot penopang tubuh. Akibatnya, kekakuan hingga rasa tidak nyaman pada punggung bawah, pinggul, dan lutut menjadi keluhan yang sangat umum pada orang yang menjalani gaya hidup sedentari.
4. Berpotensi Menyebabkan Kanker
Apabila seseorang mempertahankan gaya hidup pasif dalam jangka panjang, maka dapat meningkatkan risiko munculnya beberapa jenis kanker. Untuk mencegah kanker, tubuh perlu tetap bergerak, sedang sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan kemungkinan terkena kanker usus besar (colon cancer), kanker paru-paru (lung cancer), hingga kanker rahim (uterine/endometrial cancer).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Hapoel Beer Sheva vs Sabah FK di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Malaga: Los Rojiblancos Menang Tipis?
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Skor Celtic vs LASK Linz di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Potensi The Hoops Menang!
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
