
Ilustrasi makanan manis yang diduga menjadi penyebab sugar rush. (Freepik)
JawaPos.com - Sugar rush adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang merasa tiba-tiba sangat berenergi dan bersemangat setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang tinggi gula. Banyak orang mengaitkan lonjakan energi ini dengan peningkatan kadar gula darah yang cepat.
Kondisi ini diyakini lebih sering terjadi pada anak-anak karena keinginan mereka untuk mengonsumsi makanan manis sulit dikontrol. Meski begitu, munculnya efek sugar rush pada seseorang masih menjadi topik yang diperdebatkan dan belum sepenuhnya disepakati hingga sekarang.
Sugar Rush Menurut Hasil Penelitian
Dikutip dari HelloSehat, terdapat sebuah penelitian dalam jurnal Neuroscience & Biobehavioral Reviews yang menunjukkan hasil berbeda terkait fenomena sugar rush. Dari analisis terhadap 31 studi dengan total 1.259 peserta, peneliti menemukan bahwa konsumsi karbohidrat jumlah besar justru membuat tubuh lebih cepat merasa lelah dan menurunkan kemampuan fokus.
Kandungan gula yang cukup tinggi di dalam karbohidrat juga berdampak demikian, bahkan bisa muncul dalam waktu satu jam setelah mengonsumsinya dalam jumlah berlebihan. Selain itu, penelitian yang dipublikasikan dalam The British Medical Journal menunjukkan bahwa makanan dengan indeks glikemik (IG) tinggi dapat meningkatkan risiko munculnya gejala depresi dan kecemasan.
Hal ini terjadi karena makanan ber-IG tinggi mengandung gula yang cepat diubah menjadi energi oleh tubuh. Namun, proses yang berlangsung dengan sangat cepat tersebut membuat gula darah turun kembali dalam waktu singkat.
Jika makanan manis dikonsumsi terlalu sering, kadar gula darah menjadi tidak stabil dan cenderung berfluktuasi naik dan turun. Fluktuasi kadar gula darah dapat memicu peningkatan hormon kortisol dan adrenalin. Kedua hormon ini berperan dalam respons tubuh terhadap stres, depresi, dan kecemasan.
Kesimpulan Terkait Kondisi Sugar Rush
Meskipun gula merupakan bahan tambahan makanan yang dapat menimbulkan sejumlah dampak negatif bagi kesehatan, penjelasan para ahli menunjukkan bahwa konsumsi gula tidak serta-merta membuat seseorang tiba-tiba hiperaktif atau mengalami apa yang disebut sebagai sugar rush.
Para peneliti yang terlibat dalam studi tersebut berharap temuan ini dapat membantu masyarakat lebih memahami bahwa sugar rush sebenarnya hanyalah mitos. Meski begitu, mereka tetap menekankan pentingnya membatasi asupan gula karena konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit.
Sejalan dengan itu, Halodoc melaporkan bahwa mengonsumsi makanan manis secara berlebihan tidak akan membuat tubuh mengalami dorongan energi instan, tetapi justru dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari jerawat, obesitas, diabetes, hingga risiko serangan jantung. (*)

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
