Ilustrasi seorang laki-laki dengan pakaian olahraga sedang mengalami sakit kepala. (Freepik)
JawaPos.com - Para atlet sering kali memaksimalkan kemampuan fisik mereka hingga batas ekstrem, yang membuat risiko cedera menjadi hal yang tak terhindarkan. Cedera serius bahkan bisa memaksa mereka mengakhiri karier lebih cepat dari yang diharapkan. Beruntung, kemajuan dunia medis kini semakin pesat dan perhatian terhadap kesehatan atlet, terutama dalam hal pencegahan serta pemulihan cedera, juga semakin meningkat.
Salah satu bagian tubuh yang paling rentan mengalami cedera dalam olahraga ekstrem adalah kepala. Benturan keras atau berulang pada area ini dapat menimbulkan dampak serius terhadap fungsi otak. Itulah mengapa olahraga dengan kontak fisik tinggi seperti tinju, gulat, dan sepak bola Amerika memberlakukan peraturan ketat serta mewajibkan penggunaan pelindung kepala untuk meminimalkan risiko cedera fatal.
Salah satu gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat benturan berulang pada kepala adalah Chronic Traumatic Encephalopathy (CTE), yaitu kondisi degeneratif pada otak yang berkembang secara perlahan akibat trauma kepala yang terjadi terus-menerus.
Apa Itu CTE dan Bahayanya bagi Otak Atlet
CTE adalah gangguan otak degeneratif yang disebabkan oleh cedera kepala berulang, seperti dilansir dari Cleveland Clinic. Kondisi ini kerap ditemukan pada atlet olahraga kontak fisik berat seperti tinju dan sepak bola Amerika, serta pada personel militer yang sering mengalami benturan keras di kepala. Sayangnya, hingga kini belum ada obat yang dapat menyembuhkan CTE sepenuhnya, meski beberapa prosedur medis bisa membantu mengurangi gejalanya.
Kerusakan akibat CTE bersifat permanen karena kondisi ini menyebabkan hilangnya sel-sel saraf otak secara bertahap. Proses ini dikenal sebagai neurodegenerasi, di mana fungsi otak menurun seiring waktu dan dapat mengubah sifat, perilaku, serta kemampuan berpikir seseorang.
Menurut penelitian dari Indiana University School of Medicine, salah satu teori penyebab CTE adalah penumpukan protein tau yang tidak normal di dalam otak. Protein ini dapat mengganggu komunikasi antar sel saraf (neuron), sehingga menghambat fungsi otak dan menimbulkan berbagai gangguan neurologis.
Gejala-Gejala CTE
Dilansir dari Mayo Clinic, gejala CTE sering kali sulit dikenali karena tidak ada tanda yang benar-benar spesifik. Bahkan, diagnosis pasti biasanya baru bisa ditegakkan setelah seseorang meninggal dunia melalui proses otopsi otak. Meski begitu, beberapa gejala umum yang sering dikaitkan dengan CTE antara lain:
Gejala-gejala ini bisa muncul beberapa bulan hingga bertahun-tahun setelah seseorang mengalami cedera kepala berulang, sehingga sering kali luput dari perhatian.
Diagnosis dan Penanganan CTE
Menurut Dementia Australia, hingga kini CTE belum dapat didiagnosis secara pasti pada orang yang masih hidup karena tidak ada tes khusus untuk mendeteksinya. Dokter biasanya menilai kemungkinan CTE berdasarkan riwayat cedera kepala berulang serta gejala yang muncul.
Dalam proses evaluasi, dokter mungkin akan meminta pasien menjalani beberapa pemeriksaan seperti:
Hingga kini, belum ada pengobatan yang mampu menyembuhkan CTE. Penanganan yang tersedia hanya berfokus pada mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Para peneliti masih terus melakukan riset untuk memahami lebih dalam mengenai proses perkembangan CTE, faktor risikonya, serta kemungkinan metode diagnosis dan terapi di masa depan. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Fulham vs AFC Wimbledon di EFL Cup 2026/2027: Misi Bangkit The Cottagers
Tak Terbukti Terima Uang dan Perkaya Diri Sendiri, Eks Kabaranahan Kemhan Tetap Dihukum 2,5 Tahun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete di Kualifikasi Liga Europa 2026/2027: Kans Lolos O Ómilos!
