Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 Oktober 2025 | 21.30 WIB

Nyeri Menusuk di Punggung atau Leher? Bisa Jadi Tanda Saraf Kejepit, Kenali Jenis dan Pengobatannya

Ilustrasi seseorang mengalami saraf kejepit (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang mengalami saraf kejepit (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Nyeri mendadak yang menjalar di bagian tubuh tertentu seringkali membuat aktivitas sehari-hari terganggu. Kondisi ini bisa jadi merupakan tanda adanya masalah pada sistem saraf yang tidak boleh diabaikan. Gangguan saraf yang umum terjadi adalah saraf kejepit, yang dapat menyerang berbagai area tubuh mulai dari leher, punggung, hingga pergelangan tangan. Meski terdengar sepele, saraf kejepit dapat menurunkan kualitas hidup jika tidak ditangani dengan tepat.

Saraf kejepit atau dalam istilah medis disebut radiculopathy adalah kondisi ketika saraf mengalami tekanan atau kompresi dari jaringan di sekitarnya. Jaringan yang menekan saraf bisa berupa tulang, tulang rawan, otot, atau tendon yang mengalami pembengkakan atau perubahan struktur. Tekanan berlebih ini mengganggu fungsi saraf dalam mengirimkan sinyal ke otak, sehingga menimbulkan rasa nyeri, kesemutan, atau mati rasa. Kondisi ini dapat terjadi di berbagai bagian tubuh dan memerlukan penanganan yang disesuaikan dengan lokasi serta tingkat keparahannya. 

Dilansir dari Halodoc, terdapat beberapa jenis saraf kejepit berdasarkan lokasinya di tubuh sebagai berikut:

1. Saraf Kejepit di Leher (Cervical Radiculopathy)

Kondisi ini muncul ketika saraf di area leher mengalami tekanan atau jepitan. Penyebab utamanya adalah herniasi diskus, yaitu kondisi saat bantalan tulang belakang menonjol keluar dari posisi normalnya. Pertumbuhan tulang yang berlebihan atau bone spur juga dapat menyebabkan tekanan pada saraf leher. Gejala yang muncul biasanya berupa nyeri yang menjalar dari leher ke bahu dan lengan, disertai sensasi kesemutan atau kelemahan otot. 

2. Saraf Kejepit di Punggung Bawah (Lumbar Radiculopathy)

Jenis ini sering dikenal sebagai penyebab utama sciatica atau linu panggul. Tekanan pada saraf di tulang belakang bagian bawah memicu rasa nyeri yang intens. Nyeri ini dapat menjalar dari punggung bawah hingga ke kaki, mengikuti jalur saraf yang terjepit. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh herniasi diskus atau penyempitan kanal tulang belakang yang menekan akar saraf. 

3. Carpal Tunnel Syndrome

Saraf kejepit pada pergelangan tangan terjadi ketika saraf median yang melewati terowongan karpal mengalami tekanan. Gerakan berulang seperti mengetik dalam waktu lama atau penggunaan mouse komputer secara terus-menerus menjadi pemicu utamanya. Gejalanya meliputi kesemutan, mati rasa, dan nyeri pada jari-jari tangan terutama ibu jari, telunjuk, dan jari tengah. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan kelemahan otot tangan dan kesulitan menggenggam benda.

4. Thoracic Outlet Syndrome

Kondisi ini melibatkan penekanan pada saraf di area sekitar leher dan bahu. Postur tubuh yang buruk, terutama saat bekerja di depan komputer, menjadi faktor risiko utama. Aktivitas berulang yang melibatkan gerakan bahu atau trauma pada area tersebut juga dapat memicu kondisi ini. Gejalanya berupa nyeri dan kesemutan yang menjalar dari leher ke lengan, serta dapat disertai perubahan warna pada tangan akibat gangguan sirkulasi darah.

5. Sciatica

Sciatica melibatkan saraf skiatik, yaitu saraf terpanjang dan terbesar dalam tubuh manusia. Saraf ini membentang dari punggung bawah, melewati bokong, hingga turun ke kaki. Ketika saraf skiatik terjepit, nyeri yang dirasakan bisa sangat hebat dan melumpuhkan aktivitas. Rasa nyeri biasanya hanya dirasakan di satu sisi tubuh, mulai dari punggung bawah hingga ujung kaki, disertai sensasi seperti terbakar atau tersengat listrik. 

6. Saraf Kejepit di Siku (Cubital Tunnel Syndrome)  

Tekanan pada saraf ulnar yang melewati bagian dalam siku menyebabkan jenis saraf kejepit ini. Kebiasaan membengkokkan siku terlalu lama, seperti saat menelpon atau bersandar di meja dengan siku menekuk, dapat memperburuk kondisi. Gejala yang muncul adalah kesemutan dan mati rasa pada jari manis dan kelingking. Pada kasus yang parah, dapat terjadi kelemahan otot tangan yang mengganggu kemampuan menggenggam dan melakukan gerakan halus.  

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore