Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 September 2025 | 00.25 WIB

Ketahui Hal yang Menjadi Penyebab Lansia Sering Terkena Osteoporosis, Begini Cara Mencegahnya

Ilustrasi seorang lansia yang mengalami osteoporosis dibantu berjalan oleh istrinya. (Freepik) - Image

Ilustrasi seorang lansia yang mengalami osteoporosis dibantu berjalan oleh istrinya. (Freepik)

JawaPos.com - Osteoporosis adalah kondisi ketika kepadatan dan kualitas tulang menurun, sehingga tulang menjadi rapuh dan keropos. Penyakit ini biasanya tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, dan baru diketahui setelah penderita mengalami patah tulang dan rasa nyeri di area pinggul atau tulang belakang.

Seiring bertambahnya usia, risiko osteoporosis semakin meningkat, terutama pada wanita setelah menopause akibat penurunan hormon estrogen. Pada dasarnya, tulang manusia dapat beregenerasi dengan cepat ketika masih padat dan kuat.

Namun, seiring bertambahnya usia, proses penggantian tulang lama dengan tulang baru melambat, sehingga membuat tulang secara bertahap menjadi rapuh. Akibatnya, kepadatan tulang berkurang, tulang semakin keropos, dan risikonya untuk mengalami patah atau retak pun meningkat.

Penyebab Osteoporosis dan Gejalanya

Osteoporosis terjadi akibat menurunnya kemampuan tubuh dalam membentuk struktur tulang baru, sehingga kepadatan tulang semakin berkurang. Proses penurunan regenerasi tulang ini umumnya mulai terjadi ketika seseorang menginjak usia sekitar 35 tahun.

Dikutip dari Alodokter, ada berbagai hal lain yang dapat meningkatkan risiko osteoporosis, di antaranya kekurangan vitamin D, rendahnya kadar kalsium (hipokalsemia), gangguan hormon dan kurang beraktivitas fisik.

Penderita osteoporosis umumnya akan mengalami beberapa gejala, dan yang paling umum adalah nyeri punggung, biasanya kondisi ini disebabkan oleh keropos atau rapuhnya tulang belakang. Kondisi ini juga dapat memengaruhi postur tubuh yang semakin membungkuk, serta menyebabkan tinggi badan berkurang secara perlahan.

Upaya Pencegahan Agar Tidak Terkena Osteoporosis

Dikutip dari Halodoc, terdapat beberapa langkah untuk membantu mencegah osteoporosis. Salah satunya adalah rutin melakukan latihan fisik, terutama aktivitas yang melibatkan beban, karena bermanfaat dalam meningkatkan kepadatan tulang.

Selain itu, menerapkan pola makan sehat dengan memperbanyak asupan vitamin D juga penting, baik melalui konsumsi makanan bergizi maupun suplemen, sebab vitamin ini berperan untuk menjaga kekuatan tulang dan gigi.

Gaya hidup sehat juga perlu diterapkan dengan menghentikan kebiasaan merokok serta menghindari minuman beralkohol. Tak kalah penting, biasakan berjemur di bawah sinar matahari pagi sebelum pukul 9, sekitar 10 menit setiap hari, untuk membantu tubuh memproduksi vitamin D secara alami.

Pada beberapa kondisi tertentu, osteoporosis sulit untuk dicegah. Jika ada pasien lansia yang mengalami osteoporosis, biasanya dokter akan memberikan obat-obatan seperti bifosfonat, antibodi monoklonal dan abaloparatide untuk meningkatkan kepadatan tulang. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore