Ilustrasi anak demam (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Ketika anak demam, wajar jika para orang tua khawatir. Namun, masih banyak yang keliru dalam penanganannya, misal dengan memberikan kompres air dingin.
Padahal hal itu bisa memperburuk kondisi. Lalu, seperti apa cara tepat menangani demam pada anak?
Kompres Hangat Lebih Tepat dari Dingin
Tahukah kamu, penanganan demam sebaiknya menggunakan kompres air hangat?
Melansir penjelasan dr. Farhan di Instagram @farhanfirms, masih banyak orang tua yang salah kaprah saat anak demam dengan memberikan kompres es.
"Kompres sebaiknya menggunakan air hangat. Suhu hangat akan memicu pembuluh darah melebar, sehingga panas dapat keluar dengan mudah dari tubuh," jelasnya.
Sebaliknya, kompres air dingin justru membuat pembuluh darah menyempit dan panas lebih sulit keluar.
Selain itu, respon tubuh saat kedinginan adalah menggigil. Gerakan tersebut menyebabkan produksi panas tambahan, sehingga demam bisa semakin tinggi.
"Pada anak-anak, hal ini cukup berbahaya. Oleh karena itu, disarankan menggunakan kompres air hangat di ketiak dan selangkangan, karena di area tersebut terdapat pembuluh darah besar," terangnya.
Demam Adalah Mekanisme Pertahanan Tubuh
Menurut penjelasan dokter spesialis anak, dr. Apin, lewat tayangan Youtube Raditya Dika, demam merupakan mekanisme tubuh untuk melawan virus atau bakteri.
Banyak orang tua yang panik dan memberi obat penurun panas terus-menerus. Hal ini justru bisa memperlama durasi sakit, karena tubuh kehilangan kesempatan untuk melawan virus.
Dr. Apin menjelaskan, dari 100 anak yang demam, hanya empat sampai tujuh anak yang mengalami kejang demam.
Jadi, yang perlu diperhatikan bukan angka demamnya, melainkan gejala yang menyertai seperti sesak napas, kejang, atau perubahan perilaku pada anak.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
