
Ilustrasi orang sakit tenggorokan. (Istimewa)
JawaPos.com - Overdosis adalah situasi darurat yang tidak bisa dianggap remeh. Kondisi ini terjadi ketika seseorang mengonsumsi obat dalam dosis yang jauh melebihi anjuran, baik sengaja maupun tidak sengaja. Dampaknya bisa sangat serius, mulai dari kerusakan organ vital hingga kematian.
Banyak orang keliru menganggap overdosis bisa diatasi dengan penanganan mandiri di rumah, padahal tindakan ini justru bisa membahayakan nyawa.
Saat seseorang mengalami overdosis, setiap detik sangat berharga. Tindakan yang salah, seperti mencoba memuntahkan paksa atau memberikan bahan-bahan yang tidak dianjurkan oleh tenaga medis, dapat memperburuk keadaan.
Langkah yang paling krusial dan harus menjadi prioritas utama adalah segera mencari bantuan medis profesional. Mengandalkan metode non-medis seperti yang beredar di masyarakat adalah tindakan berbahaya yang harus dihindari.
Berikut 5 cara mengatasi overdosis obat seperti dirangkum dari laman Ashefa Griya Pusaka, sebuah lembaga rehabilitasi narkoba!
1. Segera Hentikan Penggunaan dan Hubungi Bantuan Medis
Jika kamu atau seseorang di sekitarmu mengalami gejala overdosis, langkah pertama yang paling penting adalah menghentikan penggunaan obat tersebut dan segera mencari pertolongan medis. Jangan pernah coba-coba menambah dosis dari yang dianjurkan dokter, apalagi jika penyakit yang diderita tidak kunjung membaik.
Segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi pengobatan yang tepat. Ingat, penanganan medis yang cepat dan akurat adalah kunci utama untuk menyelamatkan nyawa.
2. Pentingnya Penggunaan Arang Aktif oleh Tenaga Medis
Dalam kasus overdosis, salah satu tindakan yang mungkin dilakukan oleh tenaga medis di rumah sakit adalah memberikan arang aktif (activated charcoal). Fungsi arang aktif ini adalah untuk mengikat zat-zat beracun di dalam saluran pencernaan agar tidak terserap ke dalam aliran darah.
Namun, arang aktif tidak boleh diberikan sembarangan karena dosis, cara pemberian, dan waktu pemberiannya harus sesuai dengan kondisi pasien dan jenis obat yang dikonsumsi. Pemberian yang salah bisa menyebabkan komplikasi lain yang berbahaya.
3. Pemberian Obat Penangkal (Antidotum) Harus Sesuai Anjuran Dokter
Beberapa jenis overdosis memang memiliki penawarnya atau yang dikenal sebagai antidotum. Namun, antidotum ini hanya dapat diberikan oleh tenaga medis profesional setelah jenis obat penyebab overdosis dipastikan.
Jangan pernah mencoba mencari atau memberikan antidotum sendiri karena kesalahan dalam jenis atau dosis antidotum dapat memperparah kondisi dan berakibat fatal. Selalu konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang benar.
4. Hindari Penanganan Mandiri, Termasuk Konsumsi Susu

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
