Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 September 2025 | 17.40 WIB

Hati-Hati Sleepwalking Bisa Bikin Kamu Cedera, Kenali Pengobatannya

Ilustrasi seseorang ketika mengalami sleepwalking. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang ketika mengalami sleepwalking. (Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah kamu memergoki keluarga atau pasangan tiba-tiba bangkit dari tempat tidur di tengah malam dan berjalan berkeliling rumah dengan mata tertutup?

Atau mungkin kamu pernah menemukan seseorang yang kamu kenal melakukan aktivitas aneh seperti membuka lemari, menyalakan lampu, bahkan berbicara sendiri saat seharusnya mereka sedang tidur lelap?

Pengalaman yang tampak menyeramkan ini sebenarnya adalah fenomena medis yang cukup umum terjadi dan dikenal dengan istilah sleepwalking atau berjalan saat tidur. Namun, kejadian ini tidak hanya membuat bingung orang yang menyaksikannya, tetapi juga dapat menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan si penderita.

Sleepwalking atau somnambulisme merupakan salah satu gangguan tidur yang paling menarik perhatian dalam dunia medis karena fenomena uniknya.

Tidur yang seharusnya menjadi waktu istirahat total bagi tubuh dan pikiran, pada kondisi ini justru memungkinkan seseorang untuk melakukan aktivitas fisik tanpa kesadaran penuh.

Gangguan tidur ini tidak hanya mempengaruhi kualitas istirahat penderitanya, tetapi juga dapat menimbulkan kekhawatiran bagi keluarga yang menyaksikannya. Bahkan fenomena berjalan saat tidur ini telah menjadi subjek penelitian medis selama bertahun-tahun karena kompleksitas mekanisme yang terjadi di dalam otak.

Kondisi ini sebenarnya juga dapat dipicu oleh beberapa faktor, seperti yang dilansir dari Mayo Clinic.

1. Kurang tidur

Ketika kamu tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup, maka hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya sleepwalking. Ketika tubuh sangat kelelahan, siklus tidur menjadi tidak teratur dan dapat memicu sleepwalking.

2. Stres

Ketika stres, tekanan emosional atau psikologis menjadi berlebihan sehingga dapat mengganggu pola tidur normal. Selain itu, stres berkepanjangan mempengaruhi kualitas tidur dan dapat memicu berbagai gangguan tidur, termasuk sleepwalking.

3. Demam

Peningkatan suhu tubuh akibat demam juga dapat mempengaruhi fungsi sistem saraf dan mengganggu siklus tidur normal. Kondisi ini sering memicu sleepwalking terutama pada anak-anak.

4. Gangguan jadwal tidur

Perjalanan jauh, perubahan zona waktu, atau gangguan pola tidur lainnya dapat merusak ritme sirkadian tubuh. Ketidakteraturan ini dapat memicu sleepwalking, terutama pada individu yang rentan.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore