
Ilustrasi seseorang ketika mengalami sleepwalking. (Freepik)
JawaPos.com - Pernahkah kamu memergoki keluarga atau pasangan tiba-tiba bangkit dari tempat tidur di tengah malam dan berjalan berkeliling rumah dengan mata tertutup?
Atau mungkin kamu pernah menemukan seseorang yang kamu kenal melakukan aktivitas aneh seperti membuka lemari, menyalakan lampu, bahkan berbicara sendiri saat seharusnya mereka sedang tidur lelap?
Pengalaman yang tampak menyeramkan ini sebenarnya adalah fenomena medis yang cukup umum terjadi dan dikenal dengan istilah sleepwalking atau berjalan saat tidur. Namun, kejadian ini tidak hanya membuat bingung orang yang menyaksikannya, tetapi juga dapat menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan si penderita.
Sleepwalking atau somnambulisme merupakan salah satu gangguan tidur yang paling menarik perhatian dalam dunia medis karena fenomena uniknya.
Tidur yang seharusnya menjadi waktu istirahat total bagi tubuh dan pikiran, pada kondisi ini justru memungkinkan seseorang untuk melakukan aktivitas fisik tanpa kesadaran penuh.
Gangguan tidur ini tidak hanya mempengaruhi kualitas istirahat penderitanya, tetapi juga dapat menimbulkan kekhawatiran bagi keluarga yang menyaksikannya. Bahkan fenomena berjalan saat tidur ini telah menjadi subjek penelitian medis selama bertahun-tahun karena kompleksitas mekanisme yang terjadi di dalam otak.
Kondisi ini sebenarnya juga dapat dipicu oleh beberapa faktor, seperti yang dilansir dari Mayo Clinic.
1. Kurang tidur
Ketika kamu tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup, maka hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya sleepwalking. Ketika tubuh sangat kelelahan, siklus tidur menjadi tidak teratur dan dapat memicu sleepwalking.
2. Stres
Ketika stres, tekanan emosional atau psikologis menjadi berlebihan sehingga dapat mengganggu pola tidur normal. Selain itu, stres berkepanjangan mempengaruhi kualitas tidur dan dapat memicu berbagai gangguan tidur, termasuk sleepwalking.
3. Demam
Peningkatan suhu tubuh akibat demam juga dapat mempengaruhi fungsi sistem saraf dan mengganggu siklus tidur normal. Kondisi ini sering memicu sleepwalking terutama pada anak-anak.
4. Gangguan jadwal tidur
Perjalanan jauh, perubahan zona waktu, atau gangguan pola tidur lainnya dapat merusak ritme sirkadian tubuh. Ketidakteraturan ini dapat memicu sleepwalking, terutama pada individu yang rentan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
