Ilustrasi ketika anak mengalami flu perut (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Gangguan pencernaan merupakan salah satu keluhan kesehatan yang paling sering dialami oleh anak-anak di seluruh dunia. Sistem pencernaan anak yang masih berkembang membuatnya lebih rentan terhadap berbagai infeksi dan gangguan, seperti flu perut (gastroenteritis). Kondisi ini seringkali membuat orang tua khawatir karena dapat memengaruhi tumbuh kembang si kecil.
Flu perut adalah peradangan pada lambung dan usus yang menyebabkan gejala tidak nyaman. Flu perut berbeda dengan flu biasa karena menyerang sistem pencernaan, bukan sistem pernapasan. Meskipun umumnya tidak berbahaya, kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi jika tidak ditangani dengan tepat.
Gejala flu perut pada anak biasanya muncul secara tiba-tiba dan dapat berlangsung selama beberapa hari. Anak yang mengalaminya akan menunjukkan tanda-tanda seperti diare, muntah, demam, dan sakit perut. Gejala lain yang mungkin muncul adalah kehilangan nafsu makan, lemas, dan rewel. Orang tua perlu waspada jika gejala berlangsung lebih dari tiga hari atau jika anak menunjukkan tanda-tanda dehidrasi seperti mulut kering dan jarang buang air kecil.
Kondisi ini bahkan dapat menular dengan mudah dari satu anak ke anak lainnya melalui makanan, minuman, maupun sentuhan tangan yang terkontaminasi virus. Untuk itu, Hello Sehat menyoroti beberapa jenis virus yang sering menjadi penyebab flu perut pada anak.
Jenis-Jenis Virus Penyebab Flu Perut pada Anak
Infeksi rotavirus sering menjadi penyebab flu perut yang parah pada bayi dan balita. Virus ini sangat mudah menular dan dapat menyebar melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan penderita. Rotavirus merupakan penyebab utama diare parah pada anak di bawah lima tahun. Di mana gejala yang ditimbulkan biasanya lebih berat dibandingkan virus lainnya dan dapat menyebabkan dehidrasi serius.
Norovirus adalah virus yang sangat mudah menular dan dapat menyebar hanya dari satu sendok makanan yang terkontaminasi. Virus ini dapat bertahan hidup di berbagai permukaan dalam waktu yang lama. Penularannya dapat terjadi melalui makanan, air, atau kontak dengan orang yang terinfeksi. Bahkan, norovirus sering menyebabkan wabah gastroenteritis di fasilitas perawatan, sekolah, dan tempat-tempat dengan kepadatan tinggi.
Adenovirus tipe 40 dan 41 dapat menyebabkan diare pada anak kecil, meskipun lebih jarang dibandingkan rotavirus dan norovirus. Virus ini juga dapat menyebabkan gejala pernapasan bersamaan dengan gejala pencernaan. Infeksi adenovirus biasanya berlangsung lebih lama dibandingkan virus lainnya. Anak yang terinfeksi mungkin juga mengalami demam tinggi dan konjungtivitis.
Astrovirus dapat menyebabkan flu perut pada anak kecil dengan gejala yang relatif lebih ringan dibandingkan virus lain. Diare yang ditimbulkan biasanya tidak parah dan berlangsung dalam waktu singkat. Virus ini paling umum terjadi pada balita di bawah 2 tahun. Selain itu, infeksi astrovirus jarang menyebabkan komplikasi serius dan biasanya sembuh dengan sendirinya.
Pencegahan dan Penanganan Flu Perut
Jika anak mengalami gejala-gejala seperti yang telah disebutkan, pengobatan pertama yang dapat dilakukan adalah memberikan asupan cairan untuk mencegah dehidrasi, seperti oralit. Oralit sangat efektif untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang akibat diare dan muntah. Pemberiannya harus dilakukan secara bertahap dan sering.
Meskipun pengobatan dengan oralit efektif, pencegahan tetap merupakan langkah terbaik untuk melindungi anak dari flu perut. Mayo Clinic memberikan beberapa arahan sebagai upaya pencegahan untuk menghindari penyebaran penyakit ini:
1. Vaksinasi Anak
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022