Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 September 2025 | 23.43 WIB

Waspada Flu Perut pada Anak! Kenali Gejala dan Langkah-Langkah Pencegahan yang Perlu Diketahui Orang Tua

Ilustrasi ketika anak mengalami flu perut (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Gangguan pencernaan merupakan salah satu keluhan kesehatan yang paling sering dialami oleh anak-anak di seluruh dunia. Sistem pencernaan anak yang masih berkembang membuatnya lebih rentan terhadap berbagai infeksi dan gangguan, seperti flu perut (gastroenteritis). Kondisi ini seringkali membuat orang tua khawatir karena dapat memengaruhi tumbuh kembang si kecil.

Flu perut adalah peradangan pada lambung dan usus yang menyebabkan gejala tidak nyaman. Flu perut berbeda dengan flu biasa karena menyerang sistem pencernaan, bukan sistem pernapasan. Meskipun umumnya tidak berbahaya, kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi jika tidak ditangani dengan tepat.

Gejala flu perut pada anak biasanya muncul secara tiba-tiba dan dapat berlangsung selama beberapa hari. Anak yang mengalaminya akan menunjukkan tanda-tanda seperti diare, muntah, demam, dan sakit perut. Gejala lain yang mungkin muncul adalah kehilangan nafsu makan, lemas, dan rewel. Orang tua perlu waspada jika gejala berlangsung lebih dari tiga hari atau jika anak menunjukkan tanda-tanda dehidrasi seperti mulut kering dan jarang buang air kecil.

Kondisi ini bahkan dapat menular dengan mudah dari satu anak ke anak lainnya melalui makanan, minuman, maupun sentuhan tangan yang terkontaminasi virus. Untuk itu, Hello Sehat menyoroti beberapa jenis virus yang sering menjadi penyebab flu perut pada anak.

Jenis-Jenis Virus Penyebab Flu Perut pada Anak

  • Rotavirus

Infeksi rotavirus sering menjadi penyebab flu perut yang parah pada bayi dan balita. Virus ini sangat mudah menular dan dapat menyebar melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan penderita. Rotavirus merupakan penyebab utama diare parah pada anak di bawah lima tahun. Di mana gejala yang ditimbulkan biasanya lebih berat dibandingkan virus lainnya dan dapat menyebabkan dehidrasi serius.  

  • Norovirus

Norovirus adalah virus yang sangat mudah menular dan dapat menyebar hanya dari satu sendok makanan yang terkontaminasi. Virus ini dapat bertahan hidup di berbagai permukaan dalam waktu yang lama. Penularannya dapat terjadi melalui makanan, air, atau kontak dengan orang yang terinfeksi. Bahkan, norovirus sering menyebabkan wabah gastroenteritis di fasilitas perawatan, sekolah, dan tempat-tempat dengan kepadatan tinggi. 

  • Adenovirus

Adenovirus tipe 40 dan 41 dapat menyebabkan diare pada anak kecil, meskipun lebih jarang dibandingkan rotavirus dan norovirus. Virus ini juga dapat menyebabkan gejala pernapasan bersamaan dengan gejala pencernaan. Infeksi adenovirus biasanya berlangsung lebih lama dibandingkan virus lainnya. Anak yang terinfeksi mungkin juga mengalami demam tinggi dan konjungtivitis.  

  • Astrovirus

Astrovirus dapat menyebabkan flu perut pada anak kecil dengan gejala yang relatif lebih ringan dibandingkan virus lain. Diare yang ditimbulkan biasanya tidak parah dan berlangsung dalam waktu singkat. Virus ini paling umum terjadi pada balita di bawah 2 tahun. Selain itu, infeksi astrovirus jarang menyebabkan komplikasi serius dan biasanya sembuh dengan sendirinya.  

Pencegahan dan Penanganan Flu Perut

Jika anak mengalami gejala-gejala seperti yang telah disebutkan, pengobatan pertama yang dapat dilakukan adalah memberikan asupan cairan untuk mencegah dehidrasi, seperti oralit. Oralit sangat efektif untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang akibat diare dan muntah. Pemberiannya harus dilakukan secara bertahap dan sering.

Meskipun pengobatan dengan oralit efektif, pencegahan tetap merupakan langkah terbaik untuk melindungi anak dari flu perut. Mayo Clinic memberikan beberapa arahan sebagai upaya pencegahan untuk menghindari penyebaran penyakit ini:

1. Vaksinasi Anak

Pastikan anak mendapat vaksin rotavirus di tahun pertama kehidupannya. Vaksin ini tersedia di beberapa negara dan terbukti efektif mencegah gejala parah. Vaksinasi merupakan perlindungan jangka panjang yang sangat penting. Namun, orang tua perlu mengkonsultasikan dengan dokter anak mengenai jadwal vaksinasi yang tepat.  
 
2. Cuci Tangan dengan Benar
 
Pastikan anak mencuci tangan dengan sabun dan air hangat selama minimal 20 detik. Ajarkan anak untuk mencuci tangan terutama setelah menggunakan toilet dan sebelum makan. Bersihkan area di sekitar kuku, sela-sela jari, dan lipatan tangan dengan teliti. Gunakan hand sanitizer jika tidak tersedia sabun dan air.  
 
3. Pisahkan Barang-Barang Pribadi
 
Hindari berbagi peralatan makan, gelas minum, dan piring dengan anggota keluarga lain. Gunakan handuk terpisah di kamar mandi untuk setiap anggota keluarga. Pastikan setiap anak memiliki barang-barang pribadi masing-masing. Langkah ini sangat penting untuk mencegah penularan silang dalam keluarga. Upaya ini juga dapat dilakukan untuk barang pribadi anak di sekolah, untuk mencegah penularan sesama teman sekolah.
 
4. Siapkan Makanan dengan Aman
 
Cuci semua buah dan sayuran sebelum dikonsumsi dengan air bersih yang mengalir. Bersihkan permukaan dapur sebelum menyiapkan makanan. Hindari menyiapkan makanan ketika sedang sakit untuk mencegah kontaminasi. Pastikan semua bahan makanan segar dan tidak terkontaminasi. 
 
5. Jaga Jarak dengan Penderita
 
Hindari kontak dekat dengan siapa pun yang terinfeksi virus gastroenteritis jika memungkinkan. Batasi kunjungan ke tempat-tempat dengan kepadatan tinggi saat sedang ada wabah. Pastikan untuk menggunakan masker jika harus berinteraksi dengan penderita. Serta ajarkan anak untuk tidak berbagi makanan atau minuman dengan teman yang sedang sakit.
 
6. Disinfeksi Permukaan yang Keras
 
Bersihkan permukaan keras seperti meja, keran, dan gagang pintu dengan campuran pemutih rumah tangga. Gunakan perbandingan 5-25 sendok makan pemutih per 1 galon air. Lakukan disinfeksi secara rutin, terutama jika ada anggota keluarga yang terinfeksi. Pastikan area yang sering disentuh mendapat perhatian khusus.
 
7. Tangani Cucian dengan Hati-Hati
 
Gunakan sarung tangan saat menyentuh pakaian yang mungkin terkontaminasi virus. Kamu dapat mencuci pakaian dan seprai dengan air panas dan keringkan dengan pengaturan suhu tertinggi. Kemudian cuci tangan dengan bersih setelah menangani cucian yang terkontaminasi dan pastikan untuk memisahkan cucian yang terkontaminasi dari cucian lainnya.  
 
Walaupun flu perut pada anak merupakan kondisi yang umum terjadi, tidak ada salahnya untuk melakukan antisipasi atau pencegahan. Namun, jika anak sudah terinfeksi, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penangan yang tepat. Dengan begitu, anak akan lebih cepat pulih dan terhindar dari komplikasi yang lebih serius.
 
Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore