Ilustrasi seorang perempuan yang sedang fokus melakukan pernapasan (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Pernapasan adalah proses vital yang sering kita lakukan tanpa disadari. Namun, cara kita bernapas, apakah melalui hidung atau mulut, memberikan dampak besar bagi kesehatan. Bernapas lewat hidung tidak hanya membantu menyaring udara, tetapi juga meningkatkan kadar oksigen sekaligus melindungi tubuh dari infeksi.
Melansir dari Medical News Today, proses pernapasan terjadi ketika otot diafragma yang terletak di bawah paru-paru bergerak secara ritmis. Saat diafragma berkontraksi, rongga dada membesar dan tekanan di dalam paru-paru menurun sehingga udara masuk melalui hidung atau mulut. Ketika diafragma rileks, ukuran rongga dada mengecil dan udara pun terdorong keluar.
Perbandingan Pernapasan Hidung dan Mulut
Bernapas melalui hidung memiliki banyak keunggulan. Hidung berperan menyaring, memanaskan, dan melembapkan udara sebelum mencapai paru-paru. Udara yang masuk menjadi lebih bersih dan lembap, sehingga risiko infeksi atau iritasi berkurang.
Hidung juga menghasilkan nitric oxide, senyawa yang membantu meningkatkan kinerja pembuluh darah serta mendukung distribusi oksigen yang lebih baik ke jaringan tubuh. Ini membuat pernapasan hidung jauh lebih efisien dibandingkan pernapasan mulut.
Sebaliknya, bernapas lewat mulut sebaiknya hanya dilakukan saat hidung tersumbat atau ketika melakukan aktivitas fisik berat. Jika menjadi kebiasaan, pernapasan mulut bisa menimbulkan masalah seperti gigi berlubang, penyakit gusi, kesulitan menelan, dan perubahan bentuk rahang.
Udara yang tidak disaring melalui mulut dapat memperparah gejala asma atau meningkatkan risiko infeksi pernapasan. Udara dingin dan kotor yang langsung masuk ke paru-paru membuat tubuh lebih rentan terhadap iritasi dan penyakit.
Penelitian menunjukkan bahwa bernapas melalui hidung saat berolahraga dapat menurunkan risiko hiperventilasi. Selain itu, pernapasan hidung membantu menjaga ritme napas dan meningkatkan daya tahan tubuh selama aktivitas fisik.
Beberapa studi juga mengungkap bahwa pernapasan hidung meningkatkan aktivitas otak dan memperkuat koneksi antarbagian otak. Hal ini mendukung fokus dan kemampuan berpikir, sedangkan manfaat ini tidak ditemukan pada pernapasan mulut.
Kebiasaan bernapas lewat mulut sejak usia dini bahkan dapat menghambat pertumbuhan. Anak-anak yang bernapas melalui mulut cenderung mengalami perubahan pada struktur rahang dan posisi gigi, serta berisiko mengalami gangguan pertumbuhan akibat menurunnya hormon pertumbuhan.
Perbedaan Oksigenisasi
Perbedaan efisiensi oksigenasi menjadi alasan penting untuk memilih pernapasan hidung. Saat bernapas lewat hidung, otot pernapasan terutama diafragma bekerja lebih optimal sehingga paru-paru menyerap lebih banyak oksigen. Sebaliknya, pernapasan mulut mengurangi aktivitas otot pernapasan dan membuat suplai oksigen tidak maksimal.
Jika kebiasaan bernapas lewat mulut disebabkan masalah struktural pada hidung atau mulut, tindakan medis seperti operasi atau penggunaan alat gigi mungkin dibutuhkan. Namun bagi banyak orang, perubahan gaya hidup dan latihan pernapasan dapat membantu mengembalikan kebiasaan bernapas melalui hidung.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
