
Ilustrasi seseorang yang tidak nyaman ketika mengalami keputihan (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Setiap perempuan pasti pernah mengalami keputihan dalam hidupnya dan hal ini merupakan kondisi yang sangat wajar terjadi. Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina sebagai bagian dari proses alami tubuh perempuan untuk menjaga kesehatan organ reproduksi.
Meskipun keputihan adalah hal yang normal, masih banyak perempuan yang merasa khawatir dan bingung untuk membedakan mana keputihan normal dan mana yang perlu diwaspadai.
Mengenali Keputihan Normal
Keputihan yang normal memiliki karakteristik yang dapat dikenali dengan mudah oleh setiap perempuan. Berdasarkan informasi dari Verywell Health, cairan keputihan diproduksi secara terus-menerus dengan jumlah yang bervariasi tergantung pada siklus menstruasi.
Keputihan yang normal biasanya berwarna bening atau sedikit kekuningan dengan tekstur yang menyerupai susu. Cairan ini tidak memiliki bau yang menyengat atau tidak sedap, sehingga perempuan tidak akan merasa terganggu dengan kehadirannya.
Selain itu, tekstur keputihan yang normal juga dapat berubah-ubah sepanjang bulan, terutama saat masa ovulasi. Pada masa ini, cairan akan menjadi lebih kental dan lengket seperti putih telur mentah. Perubahan ini merupakan respons alami tubuh terhadap fluktuasi hormon yang terjadi dalam siklus menstruasi.
Keputihan yang normal juga berperan penting dalam menjaga pH vagina agar tetap sedikit asam, sehingga dapat menurunkan risiko infeksi dan menjaga keseimbangan bakteri baik di dalam vagina.
Mengenali Keputihan Abnormal
Berbeda dengan keputihan normal, keputihan abnormal biasanya menunjukkan adanya perubahan yang tidak biasa dan dapat menjadi tanda infeksi atau kondisi medis lainnya.
Gejala keputihan abnormal yang perlu diwaspadai adalah volume cairan yang sangat banyak dari biasanya, terjadinya perubahan warna menjadi kuning terang atau hijau yang mencolok, dan teksturnya menjadi sangat kental, menggumpal seperti keju cottage, atau sebaliknya menjadi sangat encer. Keputihan abnormal juga biasanya memiliki bau yang tidak sedap, amis, atau menyengat.
Selain perubahan pada karakteristiknya, keputihan abnormal sering kali disertai dengan gejala lain yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Gejala ini meliputi rasa gatal yang intens pada vagina, nyeri panggul yang tidak biasa, sensasi terbakar saat buang air kecil, dan pendarahan di luar jadwal menstruasi. Beberapa perempuan juga mungkin mengalami munculnya luka atau lepuhan di sekitar area genital yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan.
Penyebab Keputihan Abnormal
Keputihan abnormal ini sebenarnya dapat disebabkan oleh berbagai kondisi medis yang memerlukan penanganan yang tepat. Dilansir dari Clinic Mayo, ada beberapa hal yang dapat menjadi penyebab utama keputihan abnormal:
1. Infeksi Jamur
Infeksi jamur vagina terjadi ketika jamur candida berkembang biak secara tidak terkendali di dalam vagina, sehingga mengganggu keseimbangan mikroorganisme normal. Kondisi ini menghasilkan keputihan yang sangat khas, yaitu berwarna putih dan bertekstur kental menyerupai keju cottage. Vagina juga akan terasa bengkak, gatal yang mengganggu, dan hubungan seksual menjadi menyakitkan. Namun, infeksi jamur ini dapat diobati dengan obat antijamur yang tersedia dalam bentuk krim, tablet vaginal, maupun obat oral.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
