
Ilustrasi setumpuk pakaian dari berbagai jenis dan ukuran (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Seiring perkembangan zaman, pakaian kini perannya meluas menjadi bagian dari mode dan gaya hidup. Oleh karena itu, pemenuhan sandang yang tepat, baik dari segi fungsi maupun kenyamanan, merupakan bagian penting dari kesejahteraan manusia.
Kebiasaan memakai pakaian ketat sering kali dipilih karena alasan penampilan atau gaya, yang dianggap dapat menonjolkan bentuk tubuh sehingga memberikan kesan lebih rapi atau modis.
Namun, di balik tren fesyen itu, penggunaan pakaian ketat yang terlalu sering dan dalam waktu lama dapat menimbulkan berbagai dampak pada kesehatan. Dikutip dari Alodokter, dampak langsung yang mungkin terjadi adalah iritasi kulit, perubahan warna kulit, dan gangguan sirkulasi darah.
Selain itu, terdapat beberapa risiko kesehatan yang lebih membahayakan jika seseorang memiliki kebiasaan memakai pakaian ketat. Berikut adalah penjelasan medisnya.
Dampak Kesehatan Akibat Pakaian Ketat
1. Gangguan Pencernaan
Dikutip dari HelloSehat, memakai baju ketat dapat memperburuk kondisi GERD dan memicu gangguan pencernaan lainnya. Hal ini disebabkan oleh tekanan berlebih pada area perut dan sistem pencernaan.
Jika berlangsung dalam jangka panjang, kenaikan asam lambung terus-menerus berisiko menimbulkan komplikasi serius, seperti esofagitis atau peradangan pada kerongkongan.
2. Saraf Kejepit
Kondisi penjepitan saraf, atau disebut juga meralgia paresthetica, sering terjadi akibat penggunaan pakaian ketat. Kondisi ini dapat menimbulkan sensasi mati rasa, kesemutan, hingga nyeri pada sisi paha dan punggung.
Umumnya, hal ini disebabkan oleh saraf yang berfungsi memberikan sensasi di area paha tertekan, salah satunya akibat penggunaan celana yang terlalu ketat di bagian pinggang atau paha.
3. Infeksi Bakteri atau Jamur pada Area Kewanitaan
Pakaian ketat yang berbahan gerah dan tidak menyerap keringat akan menyebabkan area tubuh menjadi lembap. Kondisi ini menjadi tempat yang cocok untuk pertumbuhan jamur dan bakteri, terutama di daerah kewanitaan. Infeksi jamur ini biasanya ditandai dengan gatal, keputihan, dan bau tidak sedap.
4. Penurunan Kualitas Produksi Sperma
Dikutip dari Alodokter, penggunaan celana ketat, khususnya pada pria, dapat meningkatkan suhu di sekitar testis sehingga mengganggu proses produksi sperma.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
