Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 Juni 2026 | 13.47 WIB

Diagnosis Kanker Payudara dan Paru Jadi Lebih Presisi dengan NGS, Sekali Periksa Bisa Petakan 45 Mutasi Gen

Ilustrasi pasien kanker. RS Dharmais kini memiliki bangsal khusus untuk pasien kanker remaja. (Istimewa) - Image

Ilustrasi pasien kanker. RS Dharmais kini memiliki bangsal khusus untuk pasien kanker remaja. (Istimewa)

JawaPos.com – Diagnosis kanker payudara dan kanker paru kini dapat dilakukan lebih presisi melalui teknologi Next-Generation Sequencing (NGS). Teknologi ini mampu memetakan hingga 45 mutasi gen sekaligus hanya dalam satu kali pemeriksaan.

Teknologi NGS ini dinilai dapat membantu dokter menentukan terapi yang lebih tepat sasaran sesuai karakteristik genetik masing-masing pasien kanker.

"Melalui teknologi ini, kita mampu memetakan hingga 45 mutasi gen sekaligus dalam satu kali pemeriksaan, baik dari sampel jaringan maupun sampel darah pasien," ujar Direktur Utama Rumah Sakit Kanker Dharmais dr. Eniarti kepada wartawan, Kamis (4/6).

Ia menyebut kanker masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia. Setiap tahun terdapat lebih dari 408 ribu kasus baru kanker, dengan kanker payudara dan kanker paru menjadi dua jenis kanker yang paling banyak ditemukan.

Menurutnya, tingginya angka kasus tersebut tidak hanya menjadi persoalan jumlah pasien, tetapi juga kompleksitas biologis penyakit yang berbeda pada setiap individu. Pada kanker payudara, variasi profil molekuler sering kali belum teridentifikasi secara cepat dan tepat, sementara kanker paru kerap terdiagnosis pada stadium lanjut dengan informasi molekuler yang terbatas.

Precision Diagnostic Jadi Kunci Penanganan Kanker

Karena itu, dr. Eniarti menegaskan bahwa pendekatan diagnosis presisi menjadi semakin penting untuk memahami karakteristik molekuler kanker secara mendalam sehingga pasien dapat memperoleh terapi yang lebih personal dan berbasis bukti.

Ketidakpastian dalam pengobatan kanker, lanjutnya, dapat dikurangi melalui penerapan presisi medis yang menyesuaikan terapi dengan karakteristik genetik sel kanker setiap pasien.

Untuk mendukung pendekatan tersebut, diperlukan teknologi diagnostik berakurasi tinggi seperti NGS. Teknologi ini memungkinkan pemetaan biomarker genomik secara komprehensif dari sampel jaringan maupun darah pasien dalam satu kali pemeriksaan.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore