
Seseorang yang sedang merawat kuku (Dok. Freepik)
1. Psoriasis Kuku
Psoriasis yang menyerang area kuku dapat menimbulkan perubahan seperti kuku yang mudah rapuh, hancur, atau mengalami cekungan kecil. Warna kuku sering kali berubah menjadi kuning hingga kecokelatan, bahkan dapat terbentuk lapisan kulit yang menumpuk di bawahnya.
Dalam kasus tertentu, darah bisa muncul di bawah kuku, dan kuku berangsur-angsur terpisah dari bantalan kuku. Penanganannya umumnya melibatkan krim kortikosteroid kuat, tazarotene untuk mengatasi perubahan warna dan cekungan, calcipotriol untuk menekan penumpukan kulit, suntikan kortikosteroid, hingga terapi laser.
2. Kuku Rapuh dan Mudah Terbelah (Onikoschizia)
Kondisi ini membuat kuku tampak rapuh, tipis, mudah patah, atau terbelah. Biasanya hal ini terjadi karena kuku terlalu sering mengalami siklus basah dan kering. Dalam kasus tertentu, penyebabnya bisa karena kekurangan zat besi atau masalah kesehatan lain. Orang yang mengalaminya akan merasa kukunya tidak kuat, cepat patah, dan terlihat tipis.
Jika penyebab berasal dari dalam tubuh, biasanya gejala muncul baik di kuku tangan maupun kaki. Sementara jika penyebab eksternal, umumnya hanya kuku tangan yang terpengaruh. Cara sederhana untuk mengatasinya adalah dengan menjaga kelembapan kuku serta melindunginya dari paparan bahan kimia maupun air berlebihan.
3. Onikogrifosis
Onikogrifosis ditandai dengan pertumbuhan kuku yang sangat tebal dan panjang, sering kali terjadi pada kuku jempol kaki. Kadang pertumbuhan kuku tidak rata sehingga salah satu bagian terlihat lebih panjang dari yang lain. Kondisi ini kerap menyerupai tanduk domba sehingga disebut juga sebagai “Ram’s horn nails”.
Gejalanya membuat kuku terlihat menebal, keras, dan sulit dipotong. Penderitanya biasanya perlu datang ke dokter kulit atau ahli penyakit kaki untuk memotong kuku, bahkan dalam beberapa kasus perawatan harus dilakukan berulang kali. Satu-satunya solusi permanen adalah mengangkat bantalan kuku.
4. Kuku Tumbuh ke Dalam (Ingrown Toenails)
Ketika kuku tumbuh ke arah dalam, biasanya menimbulkan rasa nyeri dan pembengkakan di sekitar kuku. Pada kondisi yang lebih parah, area tersebut bisa terinfeksi dan mengeluarkan nanah. Penderitanya akan merasakan rasa sakit disertai kemerahan, bengkak, serta sensasi nyeri ketika berjalan atau menyentuh bagian yang terkena.
Perawatan dapat dilakukan dengan merendam kaki di air hangat beberapa kali sehari, mengenakan alas kaki yang lebih longgar, menjaga kaki tetap kering, serta mengkonsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen. Dalam kasus yang lebih serius, prosedur pembedahan bisa diperlukan.
5. Infeksi Jamur pada Kuku
Infeksi jamur sering terjadi terutama pada kuku kaki. Kuku yang terkena biasanya menjadi lebih tebal, rapuh, mudah pecah, serta berubah warna menjadi kuning, putih, atau kecokelatan. Meski begitu, infeksi jamur ini umumnya tidak menimbulkan rasa sakit. Penyebabnya bisa berasal dari jamur atau kapang yang masuk melalui celah kuku, terutama jika kuku sering lembap, berkeringat, atau terpapar dari peralatan manicure dan pedicure yang kurang higienis.
Penanganannya umumnya memerlukan obat antijamur, baik dalam bentuk oles maupun oral. Pada beberapa kasus, dokter mungkin menyarankan pencabutan kuku. Proses penyembuhan dapat memakan waktu hingga lebih dari satu tahun.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
