Ilustrasi kecanduan PMO (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Beberapa waktu terakhir, istilah PMO sering muncul di berbagai platform media sosial. Lalu, apa sebenarnya arti dari PMO? Istilah ini memiliki dua makna berbeda.
Melansir dari laman halodoc.com, dalam dunia kesehatan, PMO merujuk pada Pengawas Minum Obat, yaitu seseorang yang memastikan pasien rutin mengonsumsi obat sesuai aturan. Akan tetapi, dalam percakapan sehari-hari di kalangan anak muda, PMO justru menjadi singkatan dari Porn, Masturbate, Orgasme.
Secara sederhana, PMO adalah aktivitas menonton konten pornografi sambil melakukan masturbasi hingga mencapai orgasme. Menurut ulasan klikdokter.com, masturbasi pada tingkat normal sebenarnya merupakan aktivitas seksual alami dan tidak selalu menimbulkan dampak buruk.
Melakukan PMO terlalu sering tanpa memperhatikan faktor kesehatan bisa memicu luka atau cedera pada alat kelamin. Kondisi ini biasanya terjadi karena aktivitas dilakukan dengan cara yang agresif atau berfokus hanya pada pemenuhan hasrat seksual semata. Jika dibiarkan, luka dapat menyebabkan infeksi dan menurunkan kualitas kesehatan reproduksi.
2. Penurunan Sensitivitas Seksual
Seseorang yang sudah kecanduan PMO berisiko mengalami penurunan sensitivitas saat berhubungan intim dengan pasangan. Hal ini disebabkan karena standar kepuasan seksual menjadi semakin tinggi akibat kebiasaan tersebut. Jika berlangsung terus-menerus, dampaknya bisa mengganggu keharmonisan rumah tangga dan menurunkan kualitas hubungan.
3. Kerusakan pada Otak
Kebiasaan menonton konten pornografi yang berlebihan memicu pelepasan hormon dopamin dalam jumlah tinggi. Hormon ini lama-kelamaan akan membanjiri bagian otak bernama prefrontal cortex, yaitu pusat pengambilan keputusan dan kepribadian. Jika hal ini terjadi, seseorang bisa mengalami kesulitan membedakan baik dan buruk, daya imajinasi menurun, rasa percaya diri berkurang, bahkan berisiko mengalami kerusakan permanen pada jaringan otak.
4. Gangguan Emosi
Efek psikis dari kecanduan PMO sangat nyata. Seseorang bisa menjadi mudah tersinggung, gampang marah ketika kebiasaannya terganggu, bahkan sulit berkonsentrasi. Tidak jarang, pengidapnya juga diliputi kecemasan berlebih karena takut rahasianya diketahui orang lain. Kondisi ini tentu berpengaruh pada interaksi dengan keluarga maupun lingkungan sosial.
5. Risiko Kanker Prostat
Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kebiasaan PMO yang berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker prostat pada pria. Meski begitu, ada juga penelitian lain yang menyatakan hasil berbeda, sehingga hubungan keduanya masih membutuhkan kajian lebih lanjut. Agar lebih aman, sebaiknya kendalikan aktivitas ini supaya tidak sampai berlebihan.
6. Disfungsi Seksual
Kecanduan PMO juga berpotensi memicu disfungsi seksual, yaitu kondisi ketika seseorang mengalami penurunan gairah atau kesulitan menikmati aktivitas seksual. Gangguan ini bisa dialami pria maupun wanita, dan risikonya meningkat seiring bertambahnya usia. Dalam jangka panjang, masalah ini dapat menurunkan kualitas kehidupan seksual dan membuat hubungan menjadi renggang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
