
Ilustasi vaksin campak. (Istimewa)
JawaPos.com–Wabah campak yang menelan korban jiwa di Kabupaten Sumenep menjadi pengingat tentang pentingnya imunisasi dasar bagi anak. Sepanjang Februari hingga Juli 2025, sebanyak 17 anak meninggal akibat Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di wilayah Sumenep.
Kementerian Kesehatan menyebut mayoritas korban belum pernah mendapatkan imunisasi.
“Mayoritas anak yang meninggal akibat KLB campak di Sumenep tidak memiliki riwayat imunisasi,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman.
Hilangnya nyawa 17 anak itu bukan sekadar angka. Pemerintah dan masyarakat harus bersinergi melakukan perbaikan dari akarnya. Apalagi, campak merupakan penyakit yang bisa dicegah melalui imunisasi.
Dokter spesialis anak Dr. dr. Meta Herdiana Hanindita, Sp.A, mengatakan, imunisasi campak merupakan langkah paling efektif untuk mencegah penyakit ini. Anak yang tidak mendapatkan vaksin lebih rentan mengalami komplikasi serius, termasuk kematian.
“Tidak diimunisasi merupakan salah satu faktor risiko utama kematian akibat campak. Karena itu jangan lupa untuk imunisasi campak,” tegas Meta.
Dr Meta juga mengingatkan, sekalipun anak pernah diduga terkena campak, imunisasi tetap penting.
“Diagnosis campak tanpa pemeriksaan laboratorium sering tidak akurat. Kalaupun benar pernah terkena campak, imunisasi tetap bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan dan tidak menimbulkan risiko,” terang Meta Herdiana Hanindita.
Campak adalah penyakit yang sangat menular dan bisa berakibat fatal. Beberapa gejala muncul setelah terjadi penularan.
“Setelah masa inkubasi 10–12 hari, anak biasanya mengalami demam, batuk, pilek, dan sakit mata. Dua hingga empat hari kemudian akan muncul ruam dari kepala hingga ke seluruh tubuh,” jelasnya melalui akun Instagram @metahanindita.
Kasus di Sumenep sekaligus menjadi peringatan bahwa program imunisasi dasar lengkap tidak boleh diabaikan. Pemerintah mendorong orang tua agar aktif memastikan anak mendapatkan vaksin sesuai jadwal, termasuk vaksin campak yang sudah lama tersedia secara gratis di fasilitas kesehatan.
Dengan cakupan imunisasi yang tinggi, risiko terjadinya wabah campak dapat ditekan, sehingga anak-anak Indonesia terlindungi dari penyakit yang sebenarnya bisa dicegah.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
