
Ilustrasi kadar gula darah tinggi pada penderita diabetes. (Freepik)
JawaPos.com – Diabetes melitus adalah salah satu penyakit kronis yang jumlah penderitanya terus meningkat di Indonesia. Pengelolaan diabetes bukan hanya soal pola makan dan gaya hidup sehat, tetapi juga membutuhkan obat-obatan tertentu untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Namun, tahukah Anda? Obat diabetes ternyata punya mekanisme kerja berbeda-beda, waktu minum yang tidak sama, dan tentu saja efek samping yang harus diwaspadai.
Dokter akan menyesuaikan pilihan obat dengan kondisi pasien: usia, berat badan, fungsi ginjal-hati, hingga ada tidaknya penyakit penyerta seperti jantung. Berikut penjelasan mengenai beberapa obat diabetes yang umum diresepkan dokter dirangkum dari berbagai sumber.
Glimepiride termasuk golongan sulfonilurea. Obat ini bekerja dengan cara merangsang pankreas agar mengeluarkan insulin lebih banyak. Karena mekanismenya langsung meningkatkan kadar insulin, obat ini biasanya diminum sebelum makan pagi.
Tujuannya, insulin yang keluar bisa segera membantu tubuh mengolah gula dari makanan. Bila dikonsumsi tanpa makan, risiko hipoglikemia (gula darah turun drastis) bisa meningkat.
Metformin termasuk golongan biguanid. Berbeda dengan glimepiride, metformin tidak memicu produksi insulin, tetapi mengurangi produksi gula di hati sekaligus meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin.
Obat ini sangat populer, bahkan sering jadi pilihan pertama terapi diabetes tipe 2. Karena dapat menimbulkan efek samping di saluran cerna seperti mual atau diare, metformin dianjurkan diminum sesudah makan.
Ada juga versi XR (extended release) merupakan bentuk pelepasan lambat dari metformin. Efeknya sama, namun lebih ramah untuk lambung dan bisa diminum cukup 1 kali sehari, biasanya sesudah makan malam. Dengan pelepasan bertahap, kadar obat dalam darah lebih stabil dan risiko efek samping pencernaan lebih rendah.
Dapagliflozin termasuk golongan SGLT2 inhibitor. Cara kerjanya unik: membuang kelebihan gula melalui urin. Efek tambahannya, pasien bisa mengalami penurunan berat badan dan terlindungi dari risiko gagal jantung maupun gangguan ginjal.
Dapagliflozin tidak tergantung pada waktu makan, sehingga bisa diminum kapan saja. Namun, pasien harus waspada terhadap risiko infeksi saluran kemih atau jamur di area genital karena tingginya kadar gula dalam urin.
Acarbose bekerja di saluran cerna dengan menghambat enzim pemecah karbohidrat. Akibatnya, penyerapan gula berlangsung lebih lambat sehingga lonjakan gula darah setelah makan bisa dicegah.
Karena itu, acarbose harus diminum bersamaan dengan suapan pertama makanan. Jika diminum setelah makan, efeknya berkurang karena gula sudah telanjur diserap tubuh.
Pioglitazone termasuk golongan thiazolidinedione (TZD). Obat ini meningkatkan sensitivitas sel tubuh terhadap insulin, sehingga gula lebih mudah masuk ke dalam sel.
Pioglitazone bisa diminum sebelum atau sesudah makan, fleksibel. Namun, dokter biasanya berhati-hati karena obat ini dapat menyebabkan berat badan naik, bengkak, dan berisiko memperburuk gagal jantung pada pasien tertentu.
Sama dengan dapagliflozin, empagliflozin juga golongan SGLT2 inhibitor. Fungsinya membuang gula lewat urin, sekaligus memberi manfaat tambahan untuk melindungi jantung dan ginjal.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
