
Ilustrasi seseorang yang sedang mengecek gula darah (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Makanan dan minuman manis memang digemari banyak orang karena rasanya yang enak dan mampu menjadi moodbooster. Produk seperti kue, permen, cokelat, hingga minuman kemasan sering menjadi pilihan praktis untuk camilan sehari-hari.
Namun, di balik kelezatannya, terkandung gula dalam jumlah tinggi yang jika dikonsumsi berlebihan dapat membahayakan kesehatan tubuh. Sayangnya, banyak orang belum terlalu peduli dengan batas asupan gula harian yang dianjurkan.
Batas konsumsi gula harian yang dianjurkan Kementerian Kesehatan RI adalah sekitar 50 gram atau 4 sendok makan. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit jika mengonsumsi gula terlalu banyak.
Penjelasan tentang Minuman Manis
Maxi Rein Rondonuwu, selaku Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara dengan konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) tertinggi di Asia Pasifik.
Dikutip dari ayosehat.kemkes.go.id, minuman kemasan rata-rata mengandung 22,8 gram gula per 250 ml. Jumlah ini sudah mencukupi sekitar 45,6% dari batas konsumsi gula harian yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan RI.
Minuman kemasan yang mengandung banyak pemanis tambahan adalah teh atau kopi kemasan kekinian, soda, minuman berenergi, dan beberapa jus buah dalam kemasan.
Kebiasaan buruk mengonsumsi minuman kemasan dapat membawa efek buruk terhadap kesehatan. Terdapat beberapa tanda jika tubuh mengonsumsi gula berlebihan, yaitu mudah lelah dan mengantuk, keinginan untuk selalu konsumsi gula (sugar craving), dan luka yang sulit sembuh.
Penyakit Akibat Minuman Manis
Cairan sangat dibutuhkan oleh organ untuk pembentuk sel dan penyalur nutrisi. Cairan yang dimaksud di sini adalah air mineral, sehingga minuman kemasan tidak termasuk di dalamnya.
Kurangnya asupan cairan akan menyebabkan fungsi organ terganggu, salah satu yang kerjanya terganggu adalah ginjal. Jika ginjal kurang tercukupi cairannya, maka akan terjadi peradangan pada ginjal yang mengakibatkan gagal ginjal.
Tingginya angka pasien cuci darah di rumah sakit, salah satu penyebabnya adalah kebiasaan mengonsumsi minuman manis kemasan yang berlebihan, apalagi tidak dibarengi dengan aktivitas olahraga. Mirisnya, mayoritas pasien cuci darah adalah pasien usia muda.
Dikutip dari Halodoc, orang yang suka mengonsumsi minuman manis kemasan juga berpotensi terkena darah tinggi dan diabetes. Hal ini disebabkan kadar gula darah yang meningkat dan merusak fungsi insulin. Jika terus dibiarkan, maka orang tersebut akan tergolong penderita Diabetes Melitus tipe 2.
Maka dari itu, kita perlu mengurangi konsumsi minuman manis kemasan agar tidak menyesal di kemudian hari. Selain itu, biasakan untuk aktivitas olahraga minimal 30 menit sehari untuk memperkuat sistem imun. Perhatikan dan awasi batas konsumsi gula harian kita dan orang-orang di sekitar kita.

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
