Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Agustus 2025 | 17.53 WIB

Jangan Main Ponsel di Toilet! Dokter sebut Bisa Picu Wasir, bila Sering Pakai Ponsel saat Aktivitas di Toilet

Ilustrasi: Scrolling gadget di toilet, kebiasaan sepele tapi membawa dampak negatif bagi kesehatan. (The Healthy) - Image

Ilustrasi: Scrolling gadget di toilet, kebiasaan sepele tapi membawa dampak negatif bagi kesehatan. (The Healthy)

JawaPos.com - Di era serba digital seperti sekarang ini, toilet kerap berubah fungsi menjadi 'ruang santai' dadakan. Banyak orang membawa smartphone mereka ke kamar mandi atau toilet untuk teman beraktivitas sembari menuntaskan hajat.

Untuk apa? Beragam kebiasaannya. Ada yang larut membaca berita, scrolling media sosial, bahkan menonton video. Tak sedikit juga yang push-rank, asyik main game sembari mabar alias main bareng bersama teman-teman di dunia maya.

Kebiasaan ini terasa lumrah, padahal tanpa disadari bisa menjadi jebakan kesehatan yang berbahaya.

Menurut pakar kesehatan, terlalu lama duduk di toilet sambil sibuk dengan gadget justru menambah tekanan pada pembuluh darah di area anus, dan inilah pintu masuk munculnya penyakit wasir.

Dr. Joseph Salhab, gastroenterolog asal Florida, menegaskan bahwa berlama-lama duduk di toilet meningkatkan risiko wasir. Penyakit ini terjadi ketika pembuluh darah di area anus atau rektum mengalami pembengkakan akibat tekanan berlebih.

“Duduk terlalu lama di toilet, baik karena asyik bermain ponsel maupun akibat konstipasi, akan menekan pembuluh darah di sekitar rektum. Kondisi ini bisa memicu wasir yang terasa nyeri dan dapat menyebabkan perdarahan,” jelas Dr. Salhab dikutip via Times of India.

Wasir sendiri dikenal dalam dua bentuk, yaitu internal (di dalam rektum) dan eksternal (di bawah kulit sekitar anus).

Meski sering dianggap sepele, penyakit ini dapat mengganggu aktivitas harian dan menurunkan kualitas hidup.

Menurut Dr. Salhab, ada beberapa langkah sederhana untuk menjaga kesehatan pencernaan dan mengurangi risiko wasir. Pertama, perbanyak serat alami dari buah seperti kiwi, naga, apel, pir, prune, serta asupan vitamin C.

Lalu juga konsumsi cukup air, karena air dan serat bekerja saling melengkapi untuk melancarkan buang air besar. Gunakan suplemen serat seperti psyllium husk bila pola makan kurang serat.

Tambahkan magnesium (misalnya magnesium oksida atau sitrat) yang dapat membantu merangsang pergerakan usus. Jangan menahan buang air besar, karena kebiasaan ini justru memperburuk konstipasi.

Selain itu, ia menyarankan penggunaan bangku kecil di depan toilet untuk menyangga kaki. Posisi ini akan jadi mirip jongkok, sehingga membuat jalur keluarnya feses lebih alami dan memudahkan proses buang air besar.

Pesan utama dari Dr. Salhab sangat jelas. Toilet bukanlah ruang untuk bersantai apalagi berlama-lama bermain ponsel. Semakin cepat anda menyelesaikan urusan di kamar kecil, semakin baik pula untuk kesehatan tubuh.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore