Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Agustus 2025 | 20.07 WIB

Bukan Hanya Anak-Anak, Orang Dewasa Juga Perlu Minum Obat Cacing, Ini Dia Manfaatnya

 

Ilustrasi anak sakit perut diduga karena cacingan. (freepik.com)

JawaPos.com - Viral kasus cacingan akut yang menginfeksi Raya (4), bocah asal Sukabumi Jawa Barat. Kasus ini membuat masyarakat menjadi lebih peduli dengan kesehatan diri dan keluarganya, terutama soal infeksi cacing.
 
Seperti salah seorang warganet yang membagikan pengalamannya membeli obat cacing. Melalui akun Tiktok @wandagoo (23/8), ia membagikan video beberapa strip obat cacing yang ia beli.
 
"Gara-gara kasus viral Raya kemarin, aku langsung beli obat cacing buat aku dan sekeluarga. Ternyata gak bisa dianggap remeh. Please guys, beli juga ya buat kesehatan," tulisnya.
 
Senada dengan itu, akun Tiktok @yosafatfrancisco (23/8) juga menuliskan, "Buru-buru ke apotek beli obat cacing, setelah ketar-ketir kasus adik Raya yang viral. Padahal terakhir minum obat cacing pas SD," katanya.
 

Orang Dewasa yang Berisiko Terinfeksi Cacing

Cacingan memang identik dengan penyakit yang menjangkiti anak-anak. Tetapi, tidak menutup kemungkinan cacingan juga dapat terjadi pada orang dewasa.
 
Dikutip dari halodoc, orang dewasa bisa berisiko tinggi terkena cacingan jika:
 
1. Bekerja di tempat rawan
 
Para pekerja yang bekerja di tempat rawan cacing, seperti tanah liat, tanah gembur, dan pasir memiliki risiko tinggi terinfeksi cacing.
 
Apalagi jika aktivitasnya mengharuskan kulit untuk kontak langsung dengan tanah. Contohnya adalah buruh bangunan, penggali tanah, peternak, juga petani.
 
 
2. Tinggal di daerah endemik
 
Mereka yang bermukim di lokasi endemik harus mewaspadai penyakit cacingan.
 
Seperti dilansir dari Cikasda Sulteng pada 23/8, di Indonesia, terdapat wilayah endemik di Provinsi Sulawesi Tengah, yaitu Dataran Tinggi Napu dan Dataran Tinggi Bada di Kabupaten Poso serta Dataran Tinggi Lindu di Kabupaten Sigi.
 
Penyakit endemik yang ditemukan adalah schistosomiasis atau demam keong. Demam keong merupakan infeksi parasit akut dan kronis yang disebabkan oleh cacing Schistosoma japonicum.
 
3. Tinggal di lingkungan kumuh
 
Infeksi cacing juga rawan terjadi pada tempat beriklim lembap. Salah satunya seperti pada bantaran kali.
 
Tanah pada lingkungan kumuh dengan fasilitas sanitasi yang tidak memadai juga memiliki kemungkinan terkontaminasi feses orang yang terinfeksi cacingan.
 
Hal bisa saja terjadi saat orang tersebut buang air besar di kali atau ketika kotoran manusia digunakan sebagai pupuk. 
 
4. Kurang memperhatikan kebersihan makanan
 
Sayur dan buah yang tidak dicuci bersih, tidak terkupas dengan baik, atau tidak dimasak hingga benar-benar matang akan meningkatkan risiko infeksi cacing.
 
Selain itu, orang yang hobi makan daging babi atau sapi yang kurang matang juga berisiko tinggi terkena cacingan.
 
Manfaat Minum Obat Cacing Bagi Orang Dewasa
 
Mengutip RSI Sultan Agung melalui tayangan Youtube @RSISultanAgungSemarang (23/8), ada berbagai jenis cacing yang bisa menjangkiti manusia di antaranya cacing gelang, cacing cambuk, cacing tambang, dan cacing kremi.
 
Sama seperti anak-anak, orang dewasa perlu minum obat cacing setidaknya enam bulan sekali. Macam-macam obat cacing yang bisa diminum orang dewasa adalah mebendazole, pyrantel pamoate, albendazole, ivermectin, dan praziquantel.
 
Obat cacing bekerja dengan cara melumpuhkan saraf dan otot cacing, menghambat penyerapan nutrisi pada tubuh cacing, atau mencegah reproduksi cacing dewasa.
 
Cara kerja obat cacing menyebabkan cacing tidak dapat tumbuh dan berkembang biak, kemudian mati dan terbawa keluar bersama tinja.
 

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore