Djoni (kiri) dan Didiek, dua pasien yang pernah merasakan berobat ke luar negeri.
JawaPos.com – Maraknya warga Indonesia yang berobat ke luar negeri menjadi sorotan. Menteri Erick Thohir menyebut angkanya mencapai jutaan pasien.
“Kita bisa lihat dua juta masyarakat Indonesia berobat di luar negeri," ujar Erick saat peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur di hadapan Presiden Prabowo Subianto, (25/6).
Meski begitu, ekosistem kesehatan Indonesia tak tinggal diam. Sejumlah rumah sakit berlomba-lomba meningkatkan transformasi layanan dan teknologinya. Hal itu diamini para pasien yang akhirnya sembuh dan mengakui ampuhnya pengobatan di rumah sakit dalam negeri.
Simak kisah dua pasien ini yang memilih kembali ke tanah air dan melanjutkan pengobatannya di rumah sakit dalam negeri.
Cerita Kapten Didiek: Sang Nakhoda Tangguh Kembali Berlayar usai Operasi Bypass Jantung di Rumah Sakit Mayapada
Deru suara mesin kapal selalu tergiang dalam irama keseharian Kapten Didiek. Sebagai nakhoda, pria berperawakan tinggi tegap ini terbiasa menaklukkan ombak dan mengarungi lautan.
Namun, suatu hari, badai datang bukan dari laut, melainkan dari dalam dadanya sendiri.
“Saya rasakan pertama itu, saya di China (Tiongkok), jantung dada saya sebelah kiri itu sesak sekali. Seperti tertindih, sampai tembus di belakang saya,” kenang Didiek dikutip JawaPos.com melalui kanal Youtube Mayapada Hospital, Jumat (15/8).
Saat itu, ia segera dibawa ke salah satu rumah sakit di negeri tirai bambu. Hasil pemeriksaan menunjukkan penyumbatan pada pembuluh darah jantungnya. Satu ring berhasil terpasang, namun upaya memasang yang kedua gagal.
“Penyumbatannya sudah hampir 70 persen. Tim di sana menganggap lebih baik dilakukan operasi di Indonesia saja,” ujar Didik. |
Kepulangannya ke tanah air mempertemukannya dengan Vireza Pratama, dokter spesialis jantung di Mayapada Hospital Jakarta Selatan. Setelah pemeriksaan mendalam, hasilnya jelas: kondisi Didiek tidak memungkinkan untuk pemasangan ring (PCI). Jalan terbaik adalah operasi bypass.
Tindakan itu kemudian dilakukan oleh Ismail Dilawar, Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular Subspesialis Jantung Dewasa di Mayapada Hospital.
“Dari pemeriksaan, kita ketahui bahwa Pak Didik ini menderita penyakit jantung koroner. Kita harus lakukan operasi yang namanya operasi bypass,” papar Ismail.
Ismail Dilawar (kiri) saat melakukan tindakan.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
