
Pengunjung memilih beras premium di Hypermart Ciputra World Surabaya, Jawa Timur, Rabu (16/7/2025). (Riana Setiawan/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Terungkapnya peredaran beras premium yang sebagian ternyata oplosan membuat masyarakat cemas.
Namun, ada yang lebih berbahaya dari sekadar bersa yang dioplos dengan sesama beras dengan kualitas berbeda. Yakni beras yang dioplos dengan bahan kimia.
Beras yang seharusnya menjadi sumber energi utama bagi tubuh, justru bisa membahayakan kesehatan bila sudah dioplos dengan bahan kimia. Salah satunya klorin yang biasa digunakan sebagai pemutih. Selain itu, kandungan gizinya juga bisa rusak.
’’Biasanya ditemukan bahan pemutih seperti klorin atau pemutih. Zat-zat asing ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan, alergi kulit, bahkan merusak fungsi hati dan ginjal. Karena hati dan ginjal bekerja keras menyaring dan membuang zat toksik yang masuk ke tubuh,’’ jelas Pakar Gizi Melliana Eka Cahyani, S.Tr.Gz.
Dalam jangka panjang, konsumsi beras oplosan yang mengandung pewarna non-food grade dan pemutih akan bersifat karsinogenik alias zat yang memicu pertumbuhan kanker.
Meskipun pewarna makanan diizinkan dalam jumlah tertentu, penggunaannya dalam beras sangat tidak disarankan.
’’Berdasar BPOM, khusus beras tidak boleh ada tambahan pewarna maupun pewangi,’’ lanjut ahli gizi Healthy Go dan Gizi Nusantara itu.
Dampak negatif yang muncul dari beras berpemutih bisa berbeda-beda, tergantung kondisi tubuh masing-masing orang.
’’Ada yang langsung muntah, mual, atau muncul reaksi alergi. Itu sudah dikategorikan sebagai gejala akut ringan akibat paparan zat asing’’ ungkap Melliana. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk lebih waspada dan jeli saat memilih beras.
Apakah mencuci dan memasak beras bisa menghilangkan zat kimia yang menempel? Menurut Melliana, tindakan tersebut hanya mengurangi, bukan menghilangkan seluruhnya.
’’Zat seperti klorin mungkin bisa larut sebagian dengan pencucian berulang. Tapi kalau sudah terserap ke dalam butiran beras, itu sulit dihilangkan,’’ tuturnya.
Tidak Mengkilap dan Beraroma
Untuk membedakan beras aman dan tidak, Melliana memberikan beberapa ciri fisik yang bisa dikenali. ’
’ Beras alami cenderung berwarna putih pudar, krem, atau kekuningan tergantung varietas dan proses penggilingan. Jika beras terlalu putih mengkilap, bisa dicurigai dipoles atau diberi pemutih.’’ paparnya.
Beras berpemutih terkadang juga beraroma tajam seperti parfum pandan, yang seharusnya tidak dimiliki oleh beras alami, kecuali varietas khusus seperti Pandan Wangi dengan aroma pandan yang halus.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
