Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Juli 2025 | 14.05 WIB

Waspada, Ini Bahaya Konsumsi Beras yang Dioplos Pemutih Bagi Kesehatan: Bisa Picu Kanker hingga Rusak Fungsi Hati dan Ginjal

Pengunjung memilih beras premium di Hypermart Ciputra World Surabaya, Jawa Timur, Rabu (16/7/2025). (Riana Setiawan/ Jawa Pos) - Image

Pengunjung memilih beras premium di Hypermart Ciputra World Surabaya, Jawa Timur, Rabu (16/7/2025). (Riana Setiawan/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Terungkapnya peredaran beras premium yang sebagian ternyata oplosan membuat masyarakat cemas.

Namun, ada yang lebih berbahaya dari sekadar bersa yang dioplos dengan sesama beras dengan kualitas berbeda. Yakni beras yang dioplos dengan bahan kimia.

Beras yang seharusnya menjadi sumber energi utama bagi tubuh, justru bisa membahayakan kesehatan bila sudah dioplos dengan bahan kimia. Salah satunya klorin yang biasa digunakan sebagai pemutih. Selain itu, kandungan gizinya juga bisa rusak.

’’Biasanya ditemukan bahan pemutih seperti klorin atau pemutih. Zat-zat asing ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan, alergi kulit, bahkan merusak fungsi hati dan ginjal. Karena hati dan ginjal bekerja keras menyaring dan membuang zat toksik yang masuk ke tubuh,’’ jelas Pakar Gizi Melliana Eka Cahyani, S.Tr.Gz.

Dalam jangka panjang, konsumsi beras oplosan yang mengandung pewarna non-food grade dan pemutih akan bersifat karsinogenik alias zat yang memicu pertumbuhan kanker.

Meskipun pewarna makanan diizinkan dalam jumlah tertentu, penggunaannya dalam beras sangat tidak disarankan.

’’Berdasar BPOM, khusus beras tidak boleh ada tambahan pewarna maupun pewangi,’’ lanjut ahli gizi Healthy Go dan Gizi Nusantara itu.

Mencuci Beras Tidak Hilangkan Kandungan Zat Kimia

Dampak negatif yang muncul dari beras berpemutih bisa berbeda-beda, tergantung kondisi tubuh masing-masing orang.

’’Ada yang langsung muntah, mual, atau muncul reaksi alergi. Itu sudah dikategorikan sebagai gejala akut ringan akibat paparan zat asing’’ ungkap Melliana. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk lebih waspada dan jeli saat memilih beras.

Apakah mencuci dan memasak beras bisa menghilangkan zat kimia yang menempel? Menurut Melliana, tindakan tersebut hanya mengurangi, bukan menghilangkan seluruhnya.

’’Zat seperti klorin mungkin bisa larut sebagian dengan pencucian berulang. Tapi kalau sudah terserap ke dalam butiran beras, itu sulit dihilangkan,’’ tuturnya.

Tidak Mengkilap dan Beraroma

Untuk membedakan beras aman dan tidak, Melliana memberikan beberapa ciri fisik yang bisa dikenali. ’

’ Beras alami cenderung berwarna putih pudar, krem, atau kekuningan tergantung varietas dan proses penggilingan. Jika beras terlalu putih mengkilap, bisa dicurigai dipoles atau diberi pemutih.’’ paparnya.

Beras berpemutih terkadang juga beraroma tajam seperti parfum pandan, yang seharusnya tidak dimiliki oleh beras alami, kecuali varietas khusus seperti Pandan Wangi dengan aroma pandan yang halus.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore