Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Mei 2025 | 23.12 WIB

Fakta tentang Screen Time Sebelum Tidur: Dampak Buruknya untuk Kualitas Tidur dan Kesehatan Tubuh

Seseorang yang bermain gadget sebelum tidur (Dok. Pexels)

JawaPos.com - Waktu layar atau screen time sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, terutama di malam hari menjelang tidur. Aktivitas seperti menonton video, membaca artikel dari ponsel, hingga mengecek media sosial terasa wajar dilakukan sebelum merebahkan diri di kasur. Namun, kebiasaan ini ternyata menyimpan potensi risiko terhadap kualitas tidur dan kesehatan secara keseluruhan.

Dilansir dari Healthline pada Kamis (29/05), sejumlah studi menunjukkan bahwa screen time sebelum tidur berdampak nyata terhadap durasi tidur, risiko insomnia, hingga kestabilan ritme sirkadian tubuh.

Artikel ini akan membahas fakta-fakta ilmiah di balik kebiasaan screen time malam hari, serta bagaimana cara kita bisa menyikapinya dengan lebih bijak.

1. Waktu Layar Sebelum Tidur Bisa Meningkatkan Risiko Insomnia

Sebuah studi terbaru dari Norwegia menemukan bahwa penggunaan layar selama satu jam sebelum tidur dapat meningkatkan risiko insomnia hingga 59%. Tidak hanya itu, durasi tidur juga berkurang rata-rata 24 menit. Aktivitas seperti menonton TV, menggunakan media sosial, atau membaca dari layar ponsel memiliki dampak serupa terhadap kualitas tidur.

Penelitian ini menunjukkan bahwa jenis aktivitas layar yang dilakukan sebelum tidur — baik itu hiburan, media sosial, maupun pekerjaan — bisa sama-sama mengganggu. Meskipun begitu, masih banyak orang yang belum menyadari pentingnya membatasi screen time di malam hari.

2. Tidak Hanya Cahaya Biru, Tapi Semua Cahaya Terang Bisa Mengganggu Tidur

Selama ini, cahaya biru dari layar gawai sering disebut sebagai penyebab utama terganggunya tidur. Cahaya ini memang dapat menghambat produksi melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur. Oleh karena itu, produsen perangkat elektronik banyak yang menyediakan fitur penyaring cahaya biru untuk digunakan di malam hari.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa bukan hanya cahaya biru, tapi cahaya terang secara umum juga dapat berdampak negatif pada tidur. Hal ini berkaitan dengan cara otak memproses informasi cahaya, yang bisa mengacaukan ritme sirkadian alami tubuh kita. Artinya, meski sudah menggunakan filter cahaya biru, tidur tetap bisa terganggu jika cahaya dari layar terlalu terang.

3. Media Sosial Tidak Selalu Lebih Mengganggu Tidur Dibanding Aktivitas Layar Lainnya

Menariknya, studi dari Norwegia tersebut menemukan bahwa penggunaan media sosial sebelum tidur justru terkait dengan tingkat insomnia yang lebih rendah dibanding jenis aktivitas layar lainnya. Pengguna media sosial bahkan tercatat memiliki durasi tidur yang lebih panjang.

Peneliti menduga bahwa interaksi sosial digital bisa memberikan efek perlindungan terhadap gangguan tidur. Namun, hasil ini masih diperdebatkan. Sebab, studi lain sebelumnya menunjukkan bahwa remaja dan anak-anak yang sering menggunakan media sosial atau gawai sebelum tidur mengalami gangguan tidur yang lebih parah.

4. Faktor Lain seperti Kepribadian dan Keseharian Juga Berpengaruh

Tidak semua orang merespons cahaya atau screen time dengan cara yang sama. Para ahli menekankan bahwa perbedaan individu sangat besar — ada yang sangat sensitif terhadap cahaya, ada pula yang tidak terlalu terpengaruh.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore