Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Mei 2025 | 16.25 WIB

Nutrisi dalam 1000 Hari Pertama Anak Menentukan Masa Depan Kesehatannya

Ibu memberikan susu pada balita dalam masa 1000 hari pertama. (Pexels) - Image

Ibu memberikan susu pada balita dalam masa 1000 hari pertama. (Pexels)

JawaPos.com – Selama 1000 hari pertama kehidupan anak, yang dimulai sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun, merupakan periode emas yang sangat menentukan tumbuh kembang dan kesehatan anak di masa depan.

Pada masa ini, nutrisi yang adekuat sangat penting untuk membentuk fondasi otak, imunitas, serta pertumbuhan fisik anak secara menyeluruh.

Menurut laporan UNICEF dan WHO tahun 2024, kekurangan nutrisi pada masa 1000 hari pertama dapat menyebabkan kerdil atau stunting, perkembangan otak tidak optimal, serta meningkatkan risiko penyakit metabolik seperti diabetes dan hipertensi saat dewasa.

Organisasi tersebut menegaskan bahwa intervensi nutrisi sejak dini mampu mencegah 45% kematian anak di bawah usia lima tahun.

Melansir Youtube FKKMK UGM Official pada Kamis, 08 Mei 2025, dijelaskan tentang pentingnya nutrisi untuk tumbuh kembang anak.

"Nutrisi yang adekuat sangat penting dalam 1000 hari pertama kehidupan anak untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, intervensi pada dua tahun pertama sangat krusial untuk mencegah masalah kesehatan di kemudian hari," jelas Prof. dr. Mei Neni Sitaresmi, Sp.A(K), Ph.

Dalam jurnal The Lancet 2025, disebutkan bahwa masa awal kehidupan adalah waktu yang sangat responsif terhadap intervensi gizi.

ASI eksklusif selama enam bulan pertama, dilanjutkan dengan MPASI bergizi seimbang, terbukti mendukung tumbuh kembang optimal serta mengurangi risiko infeksi berulang pada bayi.

"Pentingnya ASI eksklusif selama 6 bulan pertama untuk pertumbuhan anak dan bagaimana pemantauan pertumbuhan dapat membantu memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi," tambah Prof. dr. Mei Neni.

Bukan hanya nutrisi anak, namun status gizi ibu hamil juga sangat berpengaruh pada kondisi bayi.

Ibu yang mengalami anemia atau kurang gizi saat hamil berisiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah dan mengalami keterlambatan perkembangan.

Pentingnya peran orang tua dalam memberikan pola makan seimbang juga ditegaskan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Melalui kampanye Isi Piringku dan program edukasi gizi seimbang, orang tua diarahkan untuk menyediakan makanan yang mengandung karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayur, buah, serta sumber zat besi yang cukup.

"Banyak orang tua belum menyadari bahwa kecukupan nutrisi anak di awal kehidupan sangat menentukan prestasi akademik, produktivitas, bahkan pendapatan saat dewasa," tambah dr. Mei Neni.

Akses terhadap edukasi dan pelayanan kesehatan juga menjadi kunci dalam memastikan kecukupan nutrisi anak.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore