
Dosen FK Unair sekaligus Manager SDM RS Unair, Pradana Zaky Romadhon. (Juliana Christy/JawaPos,com)
JawaPos.com–Thalassemia adalah penyakit kelainan darah yang sering terabaikan meskipun memiliki dampak jangka panjang bagi penderitanya. Penyakit ini disebabkan oleh kelainan genetik yang menghambat tubuh dalam memproduksi hemoglobin secara normal, sehingga penderita membutuhkan transfusi darah secara rutin seumur hidup.
Gejala Thalassemia pada penderita seringkali mirip dengan gejala anemia biasa, namun dengan dampak yang lebih serius jika tidak segera ditangani. Zaky menjelaskan bahwa gejala umum yang dialami oleh penderita Thalassemia meliputi rasa lemah, letih, dan lesu, bahkan sesak napas jika kadar hemoglobin sangat rendah.
"Gejalanya adalah gejala anemia pada umumnya. Pasiennya lemah, letih, lesu, dan kalau HB-nya sangat rendah bisa juga terjadi sesak. Kalau jalan jauh, mereka bisa merasa sesak," tambah Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi-Onkologi Medik itu.
Selain gejala tersebut, ada juga komplikasi yang muncul akibat transfusi darah yang dilakukan secara rutin. "Karena mereka ini terus menerus transfusi darah, komplikasi bisa muncul di wajah, jantung, ginjal, hati, dan organ endokrin. Hal ini karena transfusi darah yang rutin dan terus-menerus," ungkap Zaky.
Deteksi Dini dan Pencegahan Thalassemia
Zaky mengungkapkan bahwa deteksi dini dapat membantu mencegah penyebaran Thalassemia pada keturunan. Jika kedua orang tua merupakan pembawa sifat Thalassemia, ada kemungkinan besar anak yang dilahirkan akan mengalami penyakit yang sama. Oleh karena itu, skrining genetik bagi pasangan yang ingin menikah sangat dianjurkan.
"Salah satu yang perlu dilakukan adalah skrining terhadap pasangan yang mau menikah, atau mereka yang sudah dewasa. Jika ada kecenderungan mereka adalah pembawa sifat Thalassemia, kita bisa memberikan informasi mengenai potensi risiko Thalassemia pada keturunannya," jelas Manajer SDM RS Unair itu.
Zaky berharap agar pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap akses pengobatan dan transfusi darah yang rutin bagi pasien Thalassemia. Selain itu, edukasi dan sosialisasi mengenai penyakit ini juga harus terus ditingkatkan agar masyarakat lebih sadar akan gejala dan risikonya. Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, diharapkan pasien Thalassemia dapat menjalani hidup dengan kualitas yang lebih baik dan komplikasi dapat diminimalisasi. (*)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
