
Ilustrasi petugas Puskesmas melakukan imunisasi. (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)
JawaPos.com - Ada lima imunisasi dasar yang wajib diberikan kepada anak sesuai jadwal demi melindungi mereka dari penyakit serius. Hal ini ditegaskan oleh Dr. Eddy Fadlyana, dr., SpA(K), Mkes., dokter spesialis anak dalam acara talk show edukatif memperingati Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2025.
“Saat ini, ada lima imunisasi utama yang wajib diberikan untuk melindungi anak-anak, yaitu vaksin hepatitis B, vaksin polio, vaksin DTP (difteri, tetanus, pertusis), vaksin campak-rubella, dan vaksin pneumonia (PCV),” jelasnya, Selasa (6/5).
dr. Eddy juga menekankan pentingnya mengikuti jadwal imunisasi yang sudah direkomendasikan IDAI.
“Pemberian imunisasi sesuai jadwal bukan hanya penting untuk melindungi individu, tetapi juga membangun kekebalan komunitas, sehingga kita dapat mencegah terjadinya wabah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa vaksin terbukti aman dan efektif secara ilmiah, serta menjadi bentuk investasi terbaik dalam menjaga anak-anak dari risiko penyakit berat dan komplikasi serius.
Ketua IDAI Jawa Barat, Dr. Anggraini Alam, dr., SpA(K), juga menyoroti pentingnya vaksinasi dengue di tengah masih tingginya ancaman infeksi di Indonesia.
“Dengue bukanlah penyakit musiman — risiko infeksi ada sepanjang tahun. Tidak ada obat khusus untuk dengue, sehingga pencegahan menjadi kunci utama, termasuk melalui vaksinasi,” katanya.
Vaksin dengue kini direkomendasikan untuk usia 6 hingga 45 tahun, tanpa memerlukan riwayat infeksi sebelumnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dr. R. Vini Adiani Dewi, MMRS, mengingatkan bahwa keberhasilan imunisasi bukan alasan untuk lengah.
“Melengkapi imunisasi sesuai jadwal bukan hanya melindungi individu dari risiko kesakitan, kecacatan, dan kematian, tetapi juga memperkuat kekebalan komunitas,” tegasnya.
Ia juga memperkenalkan konsep imunisasi ganda, yaitu pemberian lebih dari satu vaksin dalam satu waktu, yang dinilai efisien dan mempermudah akses layanan kesehatan.
Sebagai wujud komitmen memperkuat sistem imunisasi nasional, IDAI Jawa Barat menggandeng sektor swasta seperti PT Takeda Innovative Medicines. Presiden Direktur Andreas Gutknecht menyatakan bahwa pihaknya percaya bahwa kolaborasi erat antara pemerintah, asosiasi medis, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat sangat krusial dalam membangun masa depan kesehatan yang lebih baik dan lebih tangguh.
Melalui Pekan Imunisasi Dunia 2025 yang mengusung tema nasional "Ayo Lengkapi Imunisasi, Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas", para tenaga medis kembali mengajak masyarakat untuk berperan aktif melindungi anak-anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
