
Ilustrasi keju (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Berita baik bagi pecinta keju! Sebuah studi terkini menemukan kaitan potensial antara keju dan hasil kesehatan positif, khususnya dalam hal tidur.
Melansir dari laman huffpost.com, hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Sleep Medicine edisi Desember menemukan bahwa mengonsumsi lebih banyak keju dapat dikaitkan dengan berkurangnya kemungkinan terserang sleep apnea, yaitu kondisi medis serius yang dapat menyebabkan Anda berhenti bernapas saat tidur.
Para peneliti dalam studi ini menunjukkan bahwa meskipun ada penelitian yang difokuskan pada manfaat kesehatan keju , studi ini bertujuan untuk meneliti hubungan langsung antara keju dan sleep apnea. Para penulis mencatat bahwa nutrisi penting yang ditemukan dalam keju , termasuk kalsium, protein, dan vitamin, dapat memengaruhi kesehatan metabolik dan kardiovaskular, yang keduanya merupakan faktor yang terkait dengan sleep apnea.
Untuk melakukan penelitian ini, para peneliti menganalisis data dari UK Biobank, basis data biomedis berskala besar di Inggris, dan FinnGen Biobank, sebuah proyek penelitian yang mengumpulkan data kesehatan dari 500.000 donatur Finlandia, untuk menganalisis potensi hubungan antara sleep apnea dan konsumsi keju.
Studi tersebut mengamati informasi kesehatan dari 400.000 orang yang berpartisipasi dalam dua studi jangka panjang dari dua bank data dan menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi keju memiliki risiko 28% lebih rendah terkena sleep apnea dibandingkan mereka yang tidak, menurut majalah Food & Wine.
Para peneliti menerapkan metode analisis dalam penelitian mereka yang disebut pengacakan Mendelian, yaitu metode yang mengamati hubungan kausal antara paparan atau faktor risiko dengan berbagai hasil kesehatan. Mereka juga berusaha mencari tahu apakah konsumsi keju berpotensi memengaruhi 44 biomarker yang berbeda. Biomarker adalah karakteristik terukur yang diukur dalam tubuh seseorang, seperti tekanan darah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi keju memengaruhi kadar 23 biomarker, dengan enam dari biomarker tersebut memainkan peran langsung dalam hubungan potensial antara mengonsumsi keju dan berkurangnya kemungkinan terkena sleep apnea.
"Dengan menerapkan teknik ini, penelitian ini bertujuan untuk memperjelas hubungan antara konsumsi keju dan sleep apnea, mengidentifikasi biomarker mediasi yang potensial, dan memberikan wawasan tentang bagaimana asupan keju dapat memengaruhi risiko sleep apnea," tulis para peneliti.
"Temuan ini menggarisbawahi potensi intervensi diet dalam strategi kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk mengurangi prevalensi sleep apnea dan risiko kesehatan terkait," imbuh mereka.
Dr. Kevin Shayani, kepala peneliti paru-paru dan perawatan kritis di Rumah Sakit Northwell Lenox Hill di New York City, mengatakan kepada Food & Wine bahwa hasil penelitian tersebut mengungkap adanya hubungan antara konsumsi keju dan "penurunan peradangan dan enzim yang meningkat pada sleep apnea."
"Tampaknya, pada mereka yang mengonsumsi keju sebagai tambahan pada makanan normal mereka, mungkin ada beberapa efek perlindungan terkait sleep apnea," katanya.
Namun, ia mengingatkan agar para pembaca tetap mempertimbangkan fakta bahwa penelitian menunjukkan adanya korelasi antara konsumsi keju dengan risiko lebih rendah terkena sleep apnea. Bukan bukti bahwa konsumsi keju menyebabkan risiko lebih rendah terkena gangguan tersebut.
"Meskipun hubungan ini tentu saja menarik, namun hubungan ini masih jauh dari kata sempurna dan tidak seharusnya memberikan kebebasan kepada orang untuk mengonsumsi keju dan produk susu dalam jumlah berlebihan," ungkapnya kepada publikasi tersebut, sebelum ia juga menunjukkan bahwa beberapa jenis keju lebih sehat dan lebih kaya nutrisi dibandingkan jenis keju lainnya.
Mayo Clinic menyatakan bahwa keju secara umum dapat menjadi bagian dari diet sehat tetapi orang-orang menganggap keju rendah lemak membatasi kalori dan lemak jenuh.
Apnea tidur dapat menjadi kondisi medis yang berpotensi serius. Kondisi ini dikaitkan dengan peningkatan risiko masalah kardiovaskular . Jadi, penting untuk mengetahui tanda dan gejala gangguan tersebut serta pengobatannya.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
