Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Januari 2025 | 20.30 WIB

Program Skrining Kesehatan Gratis untuk yang Ulang Tahun Dimulai Februari, Berikut Tahapannya

Petugas mengecek hasil rontgen gratis di pelayanan Skrining Kesehatan Paru Gratis di Poris Pegawai, Kota Tangerang, Banten Kamis (26/09/2024). (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Petugas mengecek hasil rontgen gratis di pelayanan Skrining Kesehatan Paru Gratis di Poris Pegawai, Kota Tangerang, Banten Kamis (26/09/2024). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pemerintah mulai melaksanakan program Skrining Kesehatan Gratis (SKG) bagi masyarakat yang berulang tahun pada Februari 2025. Untuk mendapatkan informasi detail terkait program tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat mengakses informasi itu di aplikasi Satu Sehat Mobile.

Chief of Digital Transformation Office (DTO) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Setiaji mengatakan, di dalam aplikasi Satu Sehat Mobile masyarakat nantinya diingatkan sejak H-30 pelaksanaan SKG.

"Jadi H-30 kita akan reminder, notif. Nanti 30 hari lagi Anda akan ulang tahun, kemudian tolong siap-siap untuk melakukan screening," ujar Setiaji kepada wartawan, Rabu (22/1).

Setelah itu, aplikasi tersebut kembali mengingatkan pengguna pada H-7 ulang tahun terkait pemeriksaan kesehatan yang akan dilalui sesuai umur.

"Nanti ada tiketnya, teman-teman langsung daftar di faskes Pratama. Faskesnya apa saja? ada puskesmas, ada klinik yang terdaftar dengan BPJS," tutur Setiaji.

"Nah kemudian nanti kita terus mengingatkan H-4, H-1 sampai hari H-nya," sambungnya.

Setelah melakukan pemeriksaan, Setiaji menerangkan bahwa masyarakat nantinya akan mendapatkan laporan hasil SKG dalam bentuk seperti rapot kesehatan. "Nah, di dalamnya nanti ada informasi, oh ternyata saya diabetes BM-1 atau PraBM. Terus oh ternyata saya kolesterolnya tinggi," contohnya.

"Kemudian akan dilakukan kalau misalnya butuh pemeriksaan lanjutan, tentunya akan dirujuk oleh dokternya untuk minum obat, untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke praktek-praktek yang kerja sama tentunya dengan Kementerian Kesehatan," pungkas Setiaji.

Untuk diketahui, program ini berbeda dari skrining Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mencakup 14 jenis penyakit. Skrining untuk masyarakat yang ulang tahun ini dirancang untuk mendeteksi berbagai jenis penyakit sesuai golongan usia dengan tujuan meningkatkan efektivitas deteksi dini dan meminimalkan risiko kematian serta kecacatan.

Adapun kategori skrining berdasarkan golongan usia adalah sebagai berikut.

Skrining Balita: Difokuskan pada deteksi penyakit bawaan lahir seperti hipotiroid kongenital yang, jika teridentifikasi secara dini, dapat diobati untuk mencegah kematian atau kecacatan.

Skrining Remaja (di bawah 18 tahun): Meliputi pemeriksaan obesitas, diabetes, dan kesehatan gigi. Skrining ini bertujuan mendeteksi masalah kesehatan yang sering muncul pada usia anak hingga remaja.

Skrining Dewasa: Difokuskan pada deteksi dini kanker, termasuk kanker payudara dan serviks, yang merupakan penyebab utama kematian pada wanita di Indonesia, serta kanker prostat pada laki-laki.

Skrining Lansia: Meliputi pemeriksaan alzheimer, osteoporosis, serta kesehatan umum terkait penuaan.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore