Penyakit DBD yang Disebabkan Oleh nyamuk Aedes aegypti (jcomp/freepik)
JawaPos.com - Musim hujan sering kali menjadi momen yang menyegarkan. Namun di balik kesejukan yang ditawarkan, musim ini juga membawa risiko kesehatan yang tidak boleh diabaikan, salah satunya adalah Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti ini telah menjadi ancaman serius di berbagai daerah, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia.
Setiap tahun ribuan kasus DBD dilaporkan, bahkan tak sedikit yang berujung pada komplikasi berat hingga menyebabkan kematian. Sayangnya, banyak orang masih kurang memahami gejala awal DBD atau cenderung mengabaikannya karena mirip dengan penyakit ringan lainnya. Padahal, deteksi dini sangat penting untuk mencegah kondisi ini berkembang menjadi lebih parah.
Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda awal DBD dapat menjadi langkah penting untuk melindungi diri dan keluarga dari ancaman serius yang disebabkan oleh nyamuk kecil namun mematikan ini. Berikut gejala yang telah disampaikan oleh halodoc.com, pada gejala demam berdarah terdapat 3 fase utama:
Gejala:
- Demam tinggi mendadak, biasanya mencapai suhu 39–40°C, yang berlangsung terus-menerus.
- Nyeri kepala hebat, rasa sakit di belakang mata, serta nyeri pada otot dan sendi
- Munculnya ruam atau bintik merah akibat perdarahan di bawah kulit (petekie).
- Mual, muntah, disertai nyeri perut.
Risiko:
- Dehidrasi akibat demam tinggi dan muntah.
Gejala ini sering sulit dibedakan dari infeksi virus lain pada tahap awal.
Penanganan Utama:
- Pastikan tubuh mendapatkan cukup cairan dengan minum air putih, jus, atau oralit.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
