
Ilustrasi fisioterapi. (IST)
JawaPos.com – Beberapa masalah kesehatan seperti stroke dan saraf kejepit, pada umumnya bisa ditangani dengan fisioterapi. Metode fisioterapi sendiri diketahui tidak hanya mengurangi rasa sakit tapi juga mengembalikan fungsi tubuh untuk optimal.
Pada pasien stroke dan saraf kejepit, fisioterapi dilakukan dengan penanganan khusus dan secara berkala. Tak hanya stroke dan saraf kejepit, pasien yang usai melakukan operasi pun terkadang perlu melakukan fisioterapi. Bahkan, fisioterapi juga mencakup pasien dengan gangguan gerak akibat penyakit degeneratif seperti Parkinson.
Terapi sendiri bertujuan menjaga mobilitas dan memperlambat progres penyakit. Pasien bisa beraktivitas dengan dukungan minimal. Setiap terapi disesuaikan agar hasilnya optimal dan sesuai kebutuhan.
Diungkapkan Ananda Farrell, Chief Marketing Officer Fisiohome, fisioterapi menjadi semakin penting di era modern. Ini didorong oleh harapan hidup yang lebih tinggi dan gaya hidup yang aktif. Akses yang lebih luas diharapkan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam menangani keluhan fisik yang memengaruhi aktivitas dan produktivitas.
Dirinya mencontohkan, sebagai layanan fisioterapi yang memberikan penanganan langsung di rumah pasien, pihakny sudah melakukan 100.000 kunjungan. Dengan stroke sebagai keluhan terbanyak, yaitu 42,55 persen. Lalu Nyeri gerak dan kondisi lain mengikuti di 28,21 persen. Keluhan saraf kejepit mencapai 19,71 persen, kondisi pasca operasi 7,38 persen, gangguan gerak 1,16 persen, dan Parkinson 0,99 persen.
Hal ini menunjukkan adanya minat yang tinggi akan fisioterapi. Tapi, banyak dari pasien yang mengalami keterbatasan gerak akibat stroke atau nyeri yang intens dari saraf kejepit, dan keduanya benar-benar mempengaruhi kualitas hidup mereka.
"Setiap pasien menjalani konsultasi awal untuk mengevaluasi kebutuhan dan kondisi spesifik mereka, sehingga kami dapat menyesuaikan jenis terapi yang tepat," kata Farrell.
Tantangannya, ungkap Farrel, menyesuaikan latihan dengan kondisi unik setiap pasien. Pasien stroke memerlukan penanganan berbeda dibandingkan pasien dengan saraf kejepit.
Terapi dilakukan di rumah, sehingga terapis sering kali harus menyesuaikan latihan dengan ruang yang tersedia. Hal ini memerlukan fleksibilitas dan kreativitas dari setiap terapis agar latihan dapat berjalan efektif.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
