Sumber foto: Ilustrasi orang burnout (cookie_studio/freepik.com)
JawaPos.com - Awalnya, konsep burnout dikaitkan dengan stres akibat pekerjaan dan dikategorikan oleh WHO sebagai fenomena pekerjaan, bukan kondisi medis. Akan tetapi, Duke dan pihak lain mulai memperluas istilah ini dengan mencakup berbagai penyebab stres dan situasi lainnya.
Duke menyarankan mengidentifikasi dengan jelas apa dalam hidup yang membuatmu merasa putus asa, sinis, dan lelah. Setelah itu, tanyakan pada diri sendiri seberapa besar kelelahan yang dirasakan. Melansir health.
1. Beri tahu sistem pendukungmu
Jika kamu merasa kelelahan, penting dalam memberi tahu orang-orang yang dipercayai. Mereka bisa membantu dengan mendengarkan, mengambil sebagian tanggung jawab, atau mengundangmu ke acara sosial setelah kamu absen.
Apabila kamu merasa tidak memiliki sistem pendukung yang solid, beri tahu terapis karena itu menjadi informasi yang berguna. Tergantung pada sumber stresmu, maka bergabung dengan kelompok pendukung juga bisa menjadi pilihan.
2. Beritahu orang lain apa yang dibutuhkan
Pemulihan dari kejenuhan melibatkan pengakuan terhadap apa yang dibutuhkan, apakah itu waktu sendiri saat makan siang, ruang untuk hobi di rumah, perpanjangan tenggat waktu bagi tugas, atau kencan malam yang nyata dengan pasangan.
Meski kamu tidak selalu memperoleh apa yang diminta, berbicara kepada diri sendiri sudah merupakan kemenangan, karena itu menunjukkan bahwa kamu menghargai diri dan kesehatanmu.
3. Berlatih mengasihani diri sendiri
Istilah self care sering digunakan, namun memiliki makna yang berbeda-beda bagi setiap orang, sama seperti kelelahan. Karena itu, Duke lebih memilih istilah kasih sayang pada diri sendiri saat membahas pemulihan dari kelelahan. Intinya adalah memberikan kebaikan dan pengertian kepada diri sendiri, sama seperti yang diberikan kepada orang lain.
4. Pantau tingkat stres
Ketika kelelahan, kamu mungkin merasa lebih mudah tertekan atau bereaksi stres terhadap hal-hal yang biasanya tidak mengganggu. Mencatat momen-momen stres dapat membantumu mengidentifikasi pola dan mencari solusi.
Apakah suara ding dari email yang masuk membuatmu merasa cemas? Ataukah kamu sering membentak anak-anak saat mereka bertanya tentang makan malam? Mungkin kamu merasa sakit perut setiap kali sebelum rapat besar? Menyadari pola-pola ini menjadi langkah pertama untuk menghadapinya.
5. Biasakan menulis jurnal

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
