Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 Oktober 2024 | 03.43 WIB

Menurut Para Ahli, Ini 5 Kelompok Orang yang Tidak Boleh Makan Tomat sebab Berdampak pada Kesehatan

Orang yang tidak boleh mengonsumsi tomat. (freepik/azerbaijan_stockers) - Image

Orang yang tidak boleh mengonsumsi tomat. (freepik/azerbaijan_stockers)

JawaPos.com - Tomat telah lama dikenal oleh banyak orang karena warnanya yang cerah dan menarik, serta rasanya yang lezat dan menyegarkan. Selain itu, tomat juga memiliki banyak manfaat kesehatan yang membuatnya semakin populer dalam berbagai hidangan.

Sebagai sumber nutrisi yang kaya, tomat mengandung sejumlah vitamin, mineral, dan antioksidan yang penting bagi tubuh. Karena kandungan nutrisinya yang melimpah, tomat bisa menjadi tambahan yang sangat berharga dalam menjalani pola makan seimbang dan sehat.

Penting diketahui bahwa ada beberapa kondisi kesehatan tertentu yang dapat mengharuskan seseorang lebih berhati-hati saat mengonsumsi tomat. Beberapa orang mungkin mengalami reaksi negatif atau ketidaknyamanan setelah mengonsumsinya.

Dalam konteks ini, disarankan agar orang yang mempunyai masalah kesehatan tertentu berkonsultasi dengan ahli gizi atau profesional medis sebelum menambahkan tomat dalam menu makanan mereka. Dirangkum dari onlymyhealth.com, berikut beberapa kelompok orang yang tidak boleh makan tomat.

1. Refluks asam dan penyakit refluks gastroesofageal (GERD)

Refluks asam dan penyakit refluks gastroesofageal (GERD) merupakan dua kondisi kesehatan yang seringkali terkait dan bisa memicu ketidaknyamanan yang signifikan bagi penderitanya. Keadaan ini ditandai dengan munculnya asam lambung yang justru kembali naik ke kerongkongan

Dr. Edwina Raj, Ahli Gizi Senior di Rumah Sakit Aster CMI, Bangalore, menjelaskan bahwa tomat mempunyai sifat asam alami, dan beberapa orang dengan refluks asam atau GERD mungkin merasakan ketidaknyamanan atau peningkatan gejala usai mengonsumsi tomat.

Tingginya tingkat keasaman pada tomat dapat memicu nyeri ulu hati atau memperburuk gejala refluks yang sudah ada. Jika mengalami kondisi ini, disarankan guna mengurangi konsumsi tomat atau berkonsultasi dengan dokter supaya mendapatkan saran yang tepat.

2. Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS)

Orang yang mengalami sindrom iritasi usus besar (IBS) sering kali menunjukkan kepekaan yang tinggi terhadap jenis makanan tertentu, termasuk makanan yang kaya serat atau mengandung gula tertentu seperti fruktosa.

Menurut World Jurnal of Gastroenterologi, konsumsi tomat, terutama dalam jumlah yang banyak, bisa menjadi salah satu pemicu gangguan pencernaan bagi sebagian penderita IBS.

Maka dari itu, disarankan agar orang yang menderita IBS secara cermat memantau gejala yang muncul. Apabila diperlukan, batasi asupan tomat guna menghindari ketidaknyamanan yang mungkin timbul. Hal ini penting dalam menjaga kualitas hidup dan mengelola gejala dengan lebih baik.

3. Intoleransi histamin

Intoleransi histamin merupakan suatu kondisi yang terjadi saat tubuh tidak mampu memecah dan memetabolisme histamin dengan efektif. Histamin adalah senyawa kimia yang terlibat dalam berbagai fungsi dalam tubuh, tetapi pada orang dengan intoleransi ini, akumulasi histamin bisa menyebabkan sejumlah masalah.

Tomat termasuk dalam kategori makanan yang memiliki kadar histamin yang sedang hingga tinggi. Bagi mereka yang mengalami intoleransi histamin, mengonsumsi tomat bisa memicu berbagai gejala yang tidak menyenangkan, seperti sakit kepala, ruam kulit, hidung tersumbat, atau gangguan gastrointestinal.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore