Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Agustus 2024 | 19.13 WIB

4 Golongan Ini Perlu Menghindari Mengonsumsi Buah Lengkeng, Agar Tak Membahayakan Kesehatan Tubuh

Ilustrasi: Buah Kelengkeng. (Freepik) - Image

Ilustrasi: Buah Kelengkeng. (Freepik)

JawaPos.com - Buah lengkeng (Longan) adalah buah tropis yang berasal dari Asia Tenggara, khususnya dari daerah-daerah seperti Thailand, Vietnam, dan China.

Nama ilmiahnya adalah Dimocarpus longan. Buah ini termasuk dalam keluarga Sapindaceae, yang juga mencakup buah-buahan lain seperti lychee dan rambutan.

Buah lengkeng memiliki kulit tipis berwarna coklat kekuningan atau coklat muda yang mudah dikupas. Di dalamnya terdapat daging buah yang bening, berair, dan sedikit manis.

Daging buah lengkeng rasanya manis dan lembut, dengan sedikit rasa musky yang khas. Buah ini berbentuk bulat kecil dan biasanya berbobot antara 5-10 gram per buah.

Menurut Mayo Clinic, ada beberapa kelompok orang yang harus berhati-hati atau menghindari konsumsi buah lengkeng, terutama jika mereka memiliki kondisi kesehatan tertentu. Berikut adalah golongan orang yang mungkin berisiko dan alasannya:

1. Diabetesi atau Orang dengan Masalah Gula Darah

Buah lengkeng mengandung kadar gula yang relatif tinggi. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah, yang bisa menjadi masalah bagi orang dengan diabetes atau gangguan toleransi glukosa.

2. Orang dengan Gangguan Pencernaan atau Sensitivitas Makanan

Buah lengkeng, terutama dalam jumlah besar, dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti kembung atau diare pada beberapa orang.

Mereka yang memiliki gangguan pencernaan harus memantau respons tubuh terhadap buah ini.

3. Orang dengan Alergi

Meskipun jarang, beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap buah lengkeng.

Gejala alergi bisa termasuk ruam, gatal, atau pembengkakan. Jika seseorang memiliki riwayat alergi terhadap buah-buahan, perlu berhati-hati saat mencoba lengkeng.

4. Orang dengan Gangguan Hati atau Ginjal

Karena buah lengkeng mengandung berbagai senyawa bioaktif, konsumsi dalam jumlah besar mungkin berdampak pada fungsi hati atau ginjal, terutama pada individu dengan kondisi yang sudah ada sebelumnya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore