
Ilustrasi penyintas autisme. (Sumber: freepik).
JawaPos.com - Autisme atau yang dikenal sebagai autism spectrum disorder (ASD), adalah kondisi perkembangan pada anak yang mengakibatkan gangguan dalam kemampuan komunikasi dan interaksi sosial.
Meskipun belum ada penjelasan pasti tentang penyebab autisme, namun diperkirakan bahwa faktor genetik dan lingkungan seperti paparan racun, efek samping obat-obatan, infeksi virus, dan pola hidup yang tidak sehat selama kehamilan dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan autisme.
Dikutip dari halodoc.com, Selasa (2/4), autisme spectrum disorder (ASD) atau autisme adalah gangguan perkembangan neurologis yang mempengaruhi kemampuan bahasa anak.
Hal ini menyebabkan kesulitan dalam berkomunikasi, berinteraksi, dan berperilaku, termasuk sindrom Asperger, sindrom Heller, dan gangguan perkembangan pervasif (PPD-NOS).
Ini bukan penyakit, tetapi kondisi di mana otak berfungsi secara berbeda. Penderita autisme kesulitan memahami pikiran dan perasaan orang lain serta kesulitan dalam ekspresi diri.
Mereka juga mengalami kesulitan belajar dan keterampilan mereka mungkin tidak berkembang sepenuhnya.
Autism infantil adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan autisme yang terjadi pada masa kanak-kanak, yang kini dikenal sebagai autisme pada spektrum.
Penyebab Autisme
Penyebab autisme masih belum dipahami sepenuhnya, namun beberapa gen telah diidentifikasi berkaitan dengan ASD. Gen-gen ini kadang-kadang muncul dan bermutasi secara spontan atau diwarisi dari orang tua.
Pada anak kembar, risiko autisme bisa tinggi jika salah satu memiliki gangguan ini. Perubahan di area otak juga terkait dengan ASD, memengaruhi bicara dan perilaku.
Faktor lingkungan seperti paparan zat kimia berbahaya dan infeksi selama kehamilan juga memainkan peran, meskipun bukan satu-satunya penyebab, berbeda dengan mitos tentang pola asuh, vaksinasi, dan makanan.
Gejala Autisme
Dilansir dari siloamhospitals.com, pada sebagian kasus, anak dengan autisme mengalami perkembangan normal pada tahun-tahun pertama kehidupannya, namun gejala autisme muncul saat usia 2 atau 3 tahun.
Meskipun demikian, beberapa tanda autisme bisa terlihat lebih awal, seperti penurunan kontak mata atau kurang merespon saat dipanggil, sehingga diagnosis bisa dilakukan sejak usia 18 bulan.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
