Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Maret 2024 | 03.28 WIB

Dikenal sebagai Sumber Vitamin K, Ini Sejumlah Kekayaan Gizi dari Buah Tin yang Sayang untuk Dilewatkan

Buah tin dan zaitum. (Sumber foto: Pexels.com) - Image

Buah tin dan zaitum. (Sumber foto: Pexels.com)

JawaPos.Com - Budi daya buah tin memang utamanya untuk mendapatkan buahnya yang kaya akan manfaat.

Selain itu, buah tin yang disebut dalam kitab suci Al-Qur'an ini, dinyatakan sebagai salah satu sumber makanan dengan kandungan kalsium dan serat tertinggi.

Kandungan kalsium buah tin kering, disebutkan lebih tinggi dibanding apel, pisang, kurma, anggur, jeruk, kismis, dan stroberi.

Buah tin kering sangat kaya serat, mineral tembaga, manganum, magnesium, kalium, kalsium, dan vitamin K dalam konsentrasi yang relatif sesuai kebutuhan harian manusia.

Tingginya kandungan serat dapat menjadi pertimbangan perannya dalam pengendalian berat badan.

Keberadaan zat bioaktif golongan fenolik memberi kontribusi pada rasa, warna, dan khasiat buah. Kadar tertinggi adalah rutin, diikuti katekin, chlorogenic acid, epikatekin, gallic acid, dan syringic acid.

Percobaan laboratorik menunjukkan perbedaan kandungan zat golongan polifenol, flavonoid, dan antosian di setiap tahapan kematangan buah.

Ada yang saat mentah kulit buahnya keras berwarna hijau, lalu berubah menjadi hijau keunguan, dan, ketika sudah matang berwarna ungu hitam.

Saat kulit buah sudah menghitam maka makin banyak kandungan fenol total, antosianin total, dengan kapasitas antioksidan lebih tinggi.

Perubahan warna pun tergantung varietas buah, kompleksitas kandungan menjadi alasan kuat terpilihnya buah tin segar sebagai bahan pangan di daerah asalnya.

Untuk lebih lanjut, berikut beberapa manfaat buah tin yang diungkap berdasarkan penelitinan ilmiah.

1. Kecerdasan dan Kesehatan Otak

Secara turun-temurun buah tin dipakai untuk kesehatan otak. Inilah yang menarik perhatian peneliti.

Salah satunya peneliti India (2016) yang mempelajari pengaruh pemberian ekstrak etanol buah pada peningkatan kemampuan belajar dan mengingat.

Penelitian pada tikus itu membandingkan efek pemberian ekstrak dan obat modern dengan alat dan metode penelitian terstandar.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore