
medical check up./Freepik
JawaPos.com – Agus Rizal AH Hamid, Dokter Urologi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menekankan pentingnya mendeteksi kanker prostat sedini mungkin pada pria untuk memungkinkan penanganan yang cepat dan tepat.
Dikutip dari ANTARA, menurut Agus, gejala kanker prostat sering kali dimulai dengan masalah kemih, seperti sering buang air kecil, perubahan warna atau bau urin yang tidak biasa, serta gangguan tidur karena sering terbangun untuk buang air kecil.
“Jadi menyebabkan ada berbagai macam keluhan, misal buang air kecil jadi lamban, sering atau urinnya jadi berbeda, jadi merah, berbau beda dari biasanya. Gejala awal juga bisa dilihat kalau tidur suka terbangun untuk buang air kecil. Itu gejala yang cukup sering ditemukan,” katanya.
Dia menambahkan bahwa faktor-faktor seperti usia, riwayat keluarga, kurangnya aktivitas fisik, dan gaya hidup yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko terkena kanker prostat.
Untuk mendeteksi kecurigaan kanker prostat, pria di atas usia 50 tahun disarankan untuk melakukan screening.
Pemeriksaan dapat dilakukan melalui tes darah PSA (antigen spesifik prostat), biopsi, atau pemeriksaan colok dubur.
Agus mengatakan bahwa tes PSA adalah metode yang paling mudah dan tidak memerlukan persiapan khusus. Tes ini dapat mendeteksi kanker prostat pada tahap awal, memungkinkan penanganan yang lebih efektif.
“Paling mudah dengan pemeriksaan PSA, lewat laboratorium darah. Pemeriksaan ini tidak perlu persiapan apa-apa, misalnya puasa. Jadi bisa langsung dilakukan saat datang ke laboratorium. Dalam pemeriksaan PSA bisa mendeteksi lebih dini lagi, stadium satu,” ujarnya.
Pengobatan yang paling optimal adalah dengan mendeteksi kanker prostat sedini mungkin melalui biopsi dan tindakan operasi pada tahap awal.
Selain itu, terapi lain seperti radioterapi atau terapi hormonal dapat direkomendasikan oleh dokter untuk membantu memperpanjang hidup pasien yang terkena kanker prostat.
Kanker prostat adalah kondisi yang hanya terjadi pada pria dan terjadi di kelenjar prostat. Kelenjar ini sulit diperiksa karena letaknya di antara kandung kemih dan saluran uretra, dan berperan dalam proses reproduksi seperti pembentukan cairan ejakulasi sperma.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
