Dikutip dari
klikdokter.com menjelaskan bahwa
Cuka apel atau apple cider vinegar adalah fermentasi dari buah apel yang sudah dihancurkan. Selain mengandung asam asetat,
cuka apel juga memiliki senyawa asam gallic, katekin, pektin, asam folat, biotin, kalium, dan fosfor. Tidak hanya itu, cuka apel juga mengandung vitamin (A, B, B1, B2, B6, C, dan E), potassium, kalsium, dan magnesium. Seluruh komponen yang ada di dalam cuka apel membuatnya dapat berfungsi sebagai antioksidan dan antibakteri.
Berkat adanya kandungan yang sangat beragam, berikut ini adalah beberapa manfaat cuka apel untuk kesehatan
1. Menurunkan Kadar Gula Darah
Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Universitas Arizona, salah satu kegunaan cuka apel adalah membantu meningkatkan sensitivitas insulin pada penderita diabetes. Dengan demikian, cuka apel disebut-sebut dapat menjaga kadar gula darah agar tetap dalam batas normal. Namun, jika ingin mencoba cuka apel tetapi masih mengonsumsi obat–obatan diabetes, sebaiknya diskusikan terlebih dahulu rencana tersebut dengan dokter.
2. Menurunkan Kolesterol
Fungsi cuka apel yang kedua yaitu dipercaya dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), sehingga turut menurunkan risiko berbagai gangguan organ karena komplikasi dislipidemia.
Baca Juga: Memutihkan Gigi dengan Cuka Apel, Ketahui Cara Penggunaan hingga Risikonya3. Menurunkan Risiko Penyakit JantungBerdasarkan studi dari Harvard, wanita yang memiliki kebiasaan makan salad dengan cuka apel memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami penyakit jantung koroner. Hal ini karena cuka apel mengandung senyawa asam linolenik alfa, yang ternyata baik untuk kesehatan jantung. Namun, ingat, asupan ini perlu diimbangi dengan gaya hidup sehat agar kondisi jantung dan pembuluh darah tetap terjaga optimal.
4. Menurunkan Risiko Fatty LiverKonsumsi cuka apel dianggap bisa membantu menurunkan kolesterol di dalam darah, sehingga risiko mengalami fatty liver juga dapat diminimalkan.
5. Menurunkan Risiko Batu EmpeduRiwayat kolesterol berlebihan dalam tubuh dapat menyebabkan terbentuknya batu empedu. Konsumsi cuka apel dapat membantu menurunkan kadar kolesterol, sehingga kemungkinan terbentuknya batu empedu disebut-sebut dapat ditekan.
6. Membunuh BakteriManfaat cuka apel dalam mencegah perkembangan bakteri ternyata sudah ada sejak zaman Hippocrates. Di mana, cuka apel dicampur dengan madu untuk melawan bakteri dan melindungi luka terbuka pada kulit. Cuka apel juga dapat digunakan untuk mengawetkan makanan, karena mampu menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur.
7. Mengatasi Bau MulutPenggunaan cuka apel juga dianggap dapat membantu mengatasi bau mulut. Hal tersebut diduga berkat efek antibakteri yang dihasilkan oleh cuka apel.
8. Menurunkan Berat BadanKabar gembira bagi Anda yang sedang berupaya menurunkan berat badan. Ini karena kandungan asam asetat pada cuka apel dapat membantu membakar lemak, meningkatkan metabolisme tubuh, serta menekan nafsu makan. Berdasarkan studi, mengonsumsi cuka apel sebanyak 1–2 sendok makan setiap hari selama 12 minggu menghasilkan penurunan berat badan 1,2–1,7 kilogram. Tentu saja, manfaat ini hanya bisa didapat jika Anda juga menerapkan pola makan sehat dan seimbang.
Baca Juga: Terinspirasi Cuka Apel, Desainer Jeffry Tan Rilis 16 Look Busana Urban9. Menjaga Kecantikan KulitSekarang Anda bisa menemukan kosmetik berbahan dasar cuka apel di pusat perbelanjaan. Tampak aneh memang bila cuka dijadikan bahan kosmetik. Namun, cuka apel mengandung senyawa Alpha Hydroxy Acid (AHA) yang baik untuk kesehatan kulit.
10. Membantu Regenerasi Sel KulitKandungan cuka apel dapat membantu proses eksfoliasi sehingga mengangkat sel kulit mati. Selain itu, bahan alami ini juga mampu mendorong pembentukan sel kulit baru, serta membantu mengecilkan pori-pori wajah.
11. Membantu Memudarkan Bekas JerawatCuka apel bisa memudarkan bekas jerawat. Untuk merasakan manfaat cuka apel ini, Anda bisa mencampurnya dengan air dan meneteskannya pada bagian wajah yang berjerawat.
12. Menyehatkan PencernaanCuka apel dapat membantu mengatasi rasa mulas, mengurangi kembung, dan meningkatkan fungsi saluran pencernaan secara keseluruhan. Manfaat cuka apel tersebut bisa dirasakan berkat rasa asam alami, yang dapat membantu memecah makanan di dalam saluran pencernaan.
13. Menurunkan Risiko KankerBeberapa kandungan cuka apel dipercaya dapat mencegah pertumbuhan sel-sel kanker di dalam tubuh. Bahkan, terdapat pula beberapa pendapat yang menyatakan bahwa sari cuka apel mampu memperlambat pertumbuhan sel tumor ganas. Khasiat cuka apel untuk menurunkan risiko kanker masih bersifat dugaan. Masih dibutuhkan banyak penelitian panjang dan dalam skala yang benar untuk benar-benar memastikannya.
14. Membantu Mengatasi Radang TenggorokanBeberapa kandungan yang ada di dalam cuka apel diduga dapat membantu memperbaiki gejala peradangan pada tubuh, seperti radang tenggorokan. Konsumsi cuka apel dianggap dapat membantu mengatasi keluhan tersebut.
15. Membantu Mengatasi PeradanganCuka apel dianggap dapat membantu mengatasi peradangan seperti pada kasus rheumatoid artritis (RA), multiple sclerosis (MS), dan ankylosing spondylitis (AS).
Dikutip dari website alodokter.com menjelaskan bahwa meski manfaat cuka apel luar biasa, ternyata ada efek samping yang berbahaya. Terutama bila tidak tepat mengonsumsinya. menggunakan cuka apel untuk mendapatkan manfaat sehatnya. Cuka apel merupakan herbal berkhasiat yang sudah dikenal sejak zaman Yunani kuno. Bahan ini diproduksi dengan cara mengambil cairan yang ada di buah apel. Cairan tersebut kemudian dicampur dengan bakteri dan ragi agar terjadi proses fermentasi. Dari hasil proses fermentasi ini akan dihasilkan zat seperti asam asetat, katekin, dan lain lain. Zat tersebut inilah yang menjadikan cuka apel bermanfaat bagi kesehatanWalaupun bermanfaat, konsumsi cuka apel yang berlebihan atau terlalu sering justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Berikut beberapa efek samping produk ini pada tubuh.
1. Memperlambat pengosongan perut
Cuka apel dapat memperlambat perpindahan makanan hasil pencernaan lambung menuju usus. Hal ini mungkin tidak berdampak besar pada orang dengan pencernaan yang sehat, tapi lain halnya dengan mereka yang mengalami gastroparesis. Penderita gastroparesis mengalami gangguan fungsi saraf pada lambungnya sehingga makanan yang telah dicerna butuh waktu lebih lama untuk bergerak menuju usus. Konsumsi cuka apel, apalagi dalam jumlah banyak, dapat memperparah kondisi ini.
2. Gangguan pencernaan
Cuka apel memiliki sifat asam yang dapat memperparah gejala gangguan pencernaan. Orang yang rentan mengalami maag mungkin akan merasakan mual atau sakit perut setelah mengonsumsi cuka apel dalam jumlah yang banyak. Selain itu, cuka apel yang punya banyak manfaat sekalipun bisa berdampak buruk bagi kesehatan kerongkongan. Ini sebabnya orang-orang yang sering mengalami gangguan pencernaan dan kesulitan menelan sebaiknya tidak mengonsumsi cuka apel.
3. Masalah gigi
Makanan dan minuman asam telah terbukti dapat merusak lapisan email gigi. Email atau enamel gigi yang terus-menerus terkikis bisa berujung menyebabkan kerusakan lebih lanjut, seperti gigi berlubang.
Tidak hanya itu, cuka apel secara alamiah juga dapat menimbulkan efek kekuningan pada gigi serta membuat gigi menjadi lebih sensitif. Apalagi bila Anda menggunakan cuka apel tanpa melarutkannya dengan air terlebih dulu.
4. Luka pada kerongkongan
Konsumsi cuka apel secara berlebihan dapat menyebabkan iritasi pada kerongkongan. Ini karena sifat asam pada cuka apel cukup kuat untuk mengikis jaringan kerongkongan yang tipis.
Alhasil, kerongkongan mengalami luka dan peradangan. Inilah mengapa Anda harus selalu mencampur cuka apel dengan air putih sebelum menggunakannya. Air dapat meningkatkan kadar keasaman (pH) cuka apel sehingga sifat asamnya tidak lagi merusak kerongkongan.
5. Hipoglikemia
Cuka apel memang mempunyai khasiat untuk menurunkan gula darah. Namun, dalam jumlah yang berlebihan, konsumsi cuka apel justru bisa menyebabkan penurunan gula darah melebihi kadar normal alias hipoglikemia.
Penurunan gula darah dalam jumlah besar dapat mengurangi suplai gula menuju otak. Tanpa adanya gula sebagai sumber energi, otak tidak mampu berfungsi sebagaimana mestinya sehingga Anda berisiko mengalami pingsan, koma, hingga kematian.
Dirangkum dari website
hellosehat.com menjelaskan bahwa hal terpenting yang harus diperhatikan yakni cara mengonsumsinya. Jangan mengonsumsi cuka apel tanpa melarutkannya ke dalam air putih terlebih dulu.
Cuka apel murni memiliki sifat asam yang dapat melukai kerongkongan. Selain itu, sifat asam pada produk ini juga berbahaya untuk kesehatan gigi karena dapat mengikis lapisan email gigi.
Dampaknya, mungkin akan memiliki gigi yang keropos. Larutkan cuka apel ke dalam air putih dengan perbandingan 1:10. Ini berarti jika menggunakan 1 sendok makan cuka apel, campurkan dengan 10 sendok makan air putih.
Jangan mengonsumsi lebih dari 2 sendok makan cuka apel dalam sehari. Tidak ada aturan khusus mengenai waktu yang tepat untuk mengonsumsi cuka apel, tapi beberapa orang mengonsumsi produk ini pada pagi hari atau sebelum makan.
Kapan pun waktu yang dipilih, yang terpenting jangan lupa berkumur setelahnya. Jika ingin mengonsumsi cuka apel secara rutin atau menggunakannya sebagai obat alami, pastikan telah berkonsultasi kepada dokter.
Jangan menjadikannya pengganti bagi obat-obatan yang sedang rutin Anda konsumsi. Di bawah ini beberapa aturan dasar dalam menggunakan cuka apel dengan membatasi porsinya.
Gunakan sedikit demi sedikit secara bertahap, maksimum 2 sendok (30 mL) makan per hari atau tergantung toleransi masing-masing.
Gunakan sedotan saat minum. Hal ini bertujuan agar cuka apel yang asam tidak langsung menyentuh gigi dan bilas mulut. Berkumurlah setelah mengonsumsi minuman mengandung cuka apel. Untuk mencegah kerusakan, lapisan email gigi, sikat gigi Anda 30 menit setelahnya.
***