
bu karimin diperiksa tekanan bola matanya dengan alat tonometri oleh petugas sebulum melaksanakan operasi pada acara bakti sosial operasi katarak gratis di kantor pmi
JawaPos.com - Usia lanjut atau lansia umumnya mengalami beberapa kondisi kesehatan yang menurun. Salah satunya adalah penyakit komorbid seperti diabetes, hipertensi, hingga jantung. Selain penyakit itu, lansia juga dibayangi penyakit mata katarak.
Karena itu lansia harus menjalani pemeriksaan kesehatan gratis meliputi pemeriksaan pengukuran gula darah, pemeriksaan tekanan darah, dan skrining katarak. Sehingga deteksi dini dapat mencegah penyakit lainnya.
"Pemeriksaan gula darah, pemeriksaan tekanan darah, dan skrining kesehatan mata yang dicurigai katarak rutin dilakukan. Sehingga dapat memeriksakan kesehatannya, sehingga dapat mendeteksi secara dini gangguan kesehatan yang dialami. Salah satunya gangguan penglihatan yang saat ini masih menjadi permasalahan di Indonesia," kata dr. Astrid Saraswaty Dewi, MARS dalam Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) oleh Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) bersama Dinas Sosial Kota Depok baru-baru ini.
Katarak Pada Lansia
Gangguan penglihatan sebagian besar di Indonesia diakibatkan oleh katarak. Perwakilan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) menyampaikan pada tahun 2017 terdapat 8 juta orang dengan gangguan penglihatan, dari jumlah tersebut sebanyak 81,2 persen gangguan penglihatan di Indonesia disebabkan oleh katarak.
Sebagian besar kasus katarak berhubungan dengan penuaan. Biasanya mulai muncul di usia 40 tahun ke atas dan mulai mengganggu penglihatan rata-rata pada usia di atas 60 tahun. Walaupun demikian, pasien usia lebih muda juga dapat mengalami katarak dengan penyebab lain.
Dokter dari RSUI dr. Meudia Syahidah menjelaskan gangguan penglihatan berpengaruh kepada seluruh aspek kehidupan dan kualitas hidup penderita. Kondisi ini menggangu fungsi penglihatan ditandai dengan lensa mata keruh dan sulit ditembus cahaya yang mengakibatkan penglihatan menjadi buram hingga dapat terjadi kebutaan.
"Maka pentingnya pencegahan termasuk melakukan deteksi dini," tambahnya.
Solusinya
Apabila sudah terdiagnosis menderita katarak, pasien dapat melakukan pengobatan salah satunya dengan tindakan operasi. Operasi katarak dilakukan dengan teknologi fakoemulsifikasi.
Fakoemulsifikasi merupakan teknik operasi katarak modern yang menjadi pilihan operasi katarak saat ini. Mesin canggih yang menggerakkan jarum yang bergetar sesuai frekuensi ultrasonik akan menghancurkan lensa melalui luka yang sangat kecil.
“Hal ini yang menyebabkan operasi katarak dengan teknik fakoemulsifikasi unggul, karena penyembuhan dan rehabilitasi visual menjadi lebih cepat,” katanya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
