
Ilustrasi tangan akibat melukai diri sendiri. (Sippakorn/Pixabay)
JawaPos.com - Fenomena yang terjadi pada umumnya pada anak dan remaja seperti melukai diri sendiri atau umum disebut self harm, menjadi salah satu fenomena yang ditimbulkan dari efek negatif media sosial.
Kondisi ini termasuk kondisi yang juga melibatkan aspek kesehatan mental seseorang.
Apabila seseorang memiliki gangguan terhadap mentalnya akibat suatu masalah, maka potensi untuk melakukan self harm tinggi.
Tindakan melukai diri sendiri atau self harm dapat diartikan sebagai tindakan sengaja melalui cara apapun untuk melampiaskan emosi buruknya (sedih atau marah) kepada tubuhnya.
Dilansir dari Antara, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menggalakkan penyuluhan tentang faktor pemicunya dan kiat-kiat mencegahnya.
Faktor Pemicu
1. Mengalami stres hingga depresi.
2. Susah bercerita kepada orang lain (memendam).
3. Latar belakang keluarga yang kurang harmonis.
4. Terpicu pengaruh buruk media sosial.
Kiat Mencegah
1. Upayakan untuk bercerita tentang masalah yang dimiliki kepada orang terdekat dan terpercaya.
2. Saring konten yang dikonsumsi dari media sosial.
3. Pahami kondisi pribadi dan jauhkan benda-benda yang memicu self harm.
4. Menggunakan jasa profesional apabila sulit mengemban beban mental.
Kiat KPPPA untuk Mencegah dan Mengatasi
1. Menggelar penyuluhan di lembaga pendidikan guna menghindari terjadinya self harm pada siswa.
2. Memberikan edukasi terhadap wali murid, guru, dan anak terhadap perlunya memahami kesehatan mental.
3. Memberikan edukasi terhadap wali murid, guru, dan anak terhadap pengawasan dan dampak buruk media sosial.
4. Bekerja sama untuk melakukan skrining, penyembuhan trauma, dan asesmen awal terhadap pelaku self harm.
Menurut survei YouGov Omnibus, hingga saat ini, pelaku self harm masih banyak.
Sebesar 36,9 persen yang setara dengan sepertiga warga Indonesia yang telah melakukan tindakan buruk ini.
Pada umumnya, pelaku self harm memiliki usia 18 hingga 24 tahun.
Usia-usia tersebut menjadi fase-fase rawan bagi para remaja untuk mengalami sebuah permasalahan dalam hidupnya.
Terlebih, usia tersebut juga menjadi usia dengan tingkat emosi yang labil.
"Kami turut prihatin melihat adanya fenomena self harm di Indonesia, terutama korban berusia anak. Kami berkomitmen memantau kasusnya dan terus melakukan koordinasi upaya penanganan, perawatan, dan perlindungan". Ucap Bintang Puspayoga, Menteri PPPA RI.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
