“IDAI merekomendasikan pemberian vaksin dengue untuk masing-masing anak-anak dan orang dewasa. Vaksin secara klinis dapat mencegah keparahan dengue dengan profil keamanan yang baik," ujarnya kepada wartawan dalam acara bertajuk Langkah Bersama Cegah DBD dengan #Ayo3mplusVaksinDBD bersama Kader Jumantik di Jakarta Convention Center, Minggu (12/11).
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), awal tahun 2023 sampai dengan minggu ke-33 tahun ini, terdapat 57.884 kasus DBD dengan kematian sebanyak 422 kematian. Kasus Dengue/DBD terlaporkan dari 462 Kab/Kota di 34 Provinsi, sedangkan kematian akibat dengue terjadi di 177 Kab/Kota di 32 Provinsi.
Oleh karenanya, dr. Attila menegaskan bahwa vaksinasi dengue untuk orang tua maupun anak-anak direkomendasikan untuk mencegah penyakit tersebut.
"Saat ini vaksinasi DBD dapat diberikan pada seluruh anggota keluarga dengan rentang umur 6 sampai 45 tahun dengan anjuran dokter,” jelasnya.
Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kemenkes Iriani Samad mengaku bahwa penanganan dengue sendiri sudah tertuang dalam Strategi Nasional Penanggulangan Dengue 2021-2025.
“Pencegahan dengue membutuhkan komitmen dari berbagai pihak, termasuk kerja sama pemerintah degan publik-swasta," ucapnya.
Kerja sama itu salah satunya dilakukan, kata Iriani dengan pihak Takeda yang memiliki tujuan bersama untuk mencapi nol kematian akibat dengue pada 2030.
"Lebih lanjut, kami juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendukung gerakan 'Ayo 3M Plus dan Vaksin DBD',” tegas Iriani.
Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ngabila Salama menambahkan, pihaknya terus menggalakkan implementasi program JUMANTIK untuk mengatasi DBD.
"Program ini memiliki peran yang signifikan dalam pemberantasan sarang nyamuk penyebab dengue, mengingat masih kurangnya upaya pencegahan penyakit DBD yang dilakukan oleh masyarakat," ucapnya.
"Para mader juga kami harapkan dapat mengedukasi masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. Serta mensosialisasikan upaya-upaya pencegahan untuk memutus mata rantai hidup jentik nyamuk DBD," sambung Ngabila.
Sementara itu, Presiden Direktur, PT Takeda Inovative Medicines Andreas Gutknecht menegaskan bahwa pihaknya siap untuk bekerja sama membuat nol kasus kematian akibat DBD pada 2030 mendatang.
“Takeda berkomitmen lebih dari sekadar menyediakan vaksin untuk mencegah DBD, kami juga terus berkomitmen melalui kemitraan publik dan privat yang kuat, seperti edukasi Kader Jumantik saat ini," ungkapnya.
"Lebih lanjut, kami juga menjadi salah satu anggota pendiri KOBAR (Koalisi Bersama) Lawan Dengue sebagai inovator, serta implementasi kampanye masyarakat #Ayo3mplusVaksinDBD yang berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan dalam rangka menyukseskan Nol Kematian Akibat Dengue pada tahun 2030,” tandasnya.