Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 November 2023 | 16.28 WIB

Waspada! Larangan Menyimpan Cairan Berbahaya dalam Botol Air Mineral, Berikut Penjelasannya

Ilustrasi - cairan kimiawi disimpan dalam botol. (Antara/Pexels/Davide Baraldi) - Image

Ilustrasi - cairan kimiawi disimpan dalam botol. (Antara/Pexels/Davide Baraldi)

JawaPos.com - Seringkali seseorang menyimpan cairan-cairan seperti sabun, deterjen, minyak tanah, dan lainnya de dalam botol air mineral. 
 
Padahal diketahui, cairan tersebut merupakan senyawa kimia yang dikategorikan sebagai cairan yang berbahaya serta dilarang untuk disimpan ke dalam botol air mineral.
 
Hal ini beberapa kali dilewatkan oleh masyarakat karena masih banyak yang tidak paham. 
 
Pendapat ini disampaikan oleh Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K) selaku pakar kesehatan anak dari Unit Kerja Koordinasi Gastrohepatologi Ikatan Dokter Indonesia.
 
Dokter tersebut menambahkan pada forum seminar (9/11), cairan yang mengandung zat berbahaya tidak seharusnya disimpan dalam botol air mineral, seperti minyak tanah, air aki, yang demikian dapat menjebak seseorang karena memiliki warna yang sama dengan air.
 
Dikutip dari Antara, Jumat (10/11), tidak hanya minyak tanah dan air aki, masih terdapat berbagai cairan yang mengandung zat berbahaya dan tidak boleh disimpan dalam botol air mineral. Contoh lain seperti sabun cair, deterjen, pembersih lantai, dan lain-lain.
 
Pakar kesehatan tersebut memaparkan, senyawa dalam bentuk cairan yang bersifat keasaman seperti contoh yang disebutkan di ata, dapat mengakibatkan sensasi pedih apabila bersentuhan dengan jaringan. Kalau tertelan, dapat menyakiti anak tersebut.
 
 
Di sisi lain, cairan basa yang diduga lebih berbahaya sebab efek yang dirasakan apabila tertelan tidaklah langsung dengan catatan volume tertentu, seperti sabun cair. Bagaimanapun, apabila terkena jaringan, maka kerusakan jaringan akan terjadi.
 
"Setelah cairan tidak bersentuhan lagi dengan jaringan, kerusakan masih terus berjalan. Karena itu, hati-hati sekali dengan cairan yang sifatnya basa," tutur Ariani.
 
Ia juga menganjurkan, tidak hanya botol air mineral saja, cairan yang mengandung zat berbahaya tidak boleh disimpan dalam seluruh jenis botol air minum.
 
"Kadang-kadang kalau kita bilang botol air mineral yang kenal kita, bayi-bayi tidak tahu itu minuman atau bukan. Kalau cairan berwarna, anak-anak kecil mungkin akan tertarik lalu minum," Ariani menambahkan.
 
Lalu apabila cairan yang mengandung zat berbahaya sudah disimpan dalam tempat yang sesuai, sudah menjadi kewajiban bagi orang tua untuk menaruhnya di tempat yang jauh dari lalu lalang anak-anak.
 
Artikel ini sekaligus menjadi bahan pengingat bagi orang tua khususnya yang memiliki anak yang sudah dapat beraktivitas, untuk selalu waspada dan menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
 
Alangkah baiknya apabila orang tua menyediakan atau menyisakan tempat penyimpanan kecil di rumahnya khusus untuk menyimpan cairan-cairan yang mengandung zat berbahaya yang tidak diketahui oleh anak.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore