Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 Juli 2023 | 00.05 WIB

Mengenal FIP, Penyakit yang Sebabkan 300 Ribu Kucing Mati Mendadak Secara Massal di Siprus

Kucing jenis rusty-spotted dinobatkan sebagai kucing terkecil di dunia.



JawaPos.com – Sebanyak 300 ribu kucing di Kepulauan Siprus, dikabarkan mati mendadak secara massal beberapa waktu lalu. Sejumlah ahli menyebut, kucing-kucing malang itu mati karena penyakit peritonitis infeksius kucing (FIP), yang diketahui merupakan jenis varian virus corona.

Ratusan ribu kucing yang tewas itu sebelumnya mengalami gejala seperti demam, pembengkakan perut, kehilangan energi, dan memicu respon bertengkar dengan kucing lain.

Dillansir dari Telegraph, Danièlle Gunn-Moore, seorang Spesialis Kedokteran Kucing di University of Edinburgh, mengatakan bahwa pemerintah setempat sekarang tengah menyusun regulasi penanganan wabah FIP.

Selain itu, mereka juga sudah menggalakkan aturan agar tidak ada kucing yang keluar dari wilayah tersebut, kecuali telah terkonfirmasi negatif. Lantas, seperti apa gambaran penyakit FIP pada kucing ini? Berikut ulasannya, dirangkum dari berbagai sumber

Peritonitis Infeksius Kucing (FIP)

FIP yang menyerang kucing muncul karena adanya infeksi yang berasal dari Feline Coronavirus (FCoV). Meski namanya persis dengan virus Corona yang menyerang manusia, namun virus Corona pada kucing ini berbeda.

Infeksi virus corona yang ditimbulkan ini, akan membuat kucing mengalami radang pada peritoneum, selaput dinding pada organ dalam perut. Sehingga FIP tergolong penyakit berbahaya yang memiliki potensi kematian tinggi.

Selain pada kucing, infeksi virus corona juga bisa menyerang pada hewan lain, seperti burung yang mengalami bronkitis infeksius dan babi yang mengalami gastroenteritis.

Menular Lewat Kotoran

Penularan yang paling utama dan kemungkinan besar terjadi adalah lewat kotoran kucing. Biasanya, kucing-kucing yang hidup berkelompok akan lebih rentan tertular.

Namun, penyakit ini tidak menular lewat air liur atau air minum yang diminum satu wadah bersama-sama. Kendati begitu, penularan pada kucing tetap perlu diwaspadai.

Pasalnya, jika ada kucing sehat yang menjilat kakinya dan kakinya baru saja menyentuh atau menginjak kotak kotoran kucing yang terinfeksi, maka sudah dipastikan akan tertular.

Selain lewat kotoran, FIP juga bisa menular lewat hubungan ibu kucing dan anak kucing yang dilahirkannya. Selain karena hubungan darah, bayi kucing dan kucing muda juga rentan tertular. Diketahui, 70 persen kucing yang terinfeksi FIP berusia 1,5 tahun dan 50 persen berusia kurang dari tujuh bulan.

Gejala FIP

Seperti yang disebutkan sebelumnya, umumnya kucing yang terinfeksi FIP akan mengalami gangguan pernapasan ringan, seperti bersin, mata berari, dan lender hidung yang tak habis-habis.

Kemudian juga diare, kehilangan nafsu makan, berat badan berkurang, depresi, bulu menjadi kasar, anemia dan demam.

Gejala-gejala tersebut lebih sering muncul atau terjadi secara mendadak dalam beberapa pekan, hingga akhirnya kucing tersebut mati.

Bentuk FIP

FIP pada kucing, dapat dikenali dengan dua rupa, yakni basah dan kering. FIP basah bersifat lebih ganas dan mematikan daripada FIP kering.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore