Deretan gedung bertingkat di kawasan Sudirman, Jakarta, tampak diselimuti kabut, Selasa (11/10/22). Polusi udara Jakarta pada Selasa (11/10), dalam kategori tanda warna merah. Berdasarkan data Real-time Air Quality Index (AQI), Konsentrasi PM2.5 di udara
JawaPos.com - Polusi udara menjadi "silent killer" yang dapat mempengaruhi kualitas hidup. Dalam bidang kesehatan kulit, polusi udara memiliki kaitan erat dengan proses penuaan kulit yang terjadi pada manusia, mulai dari usia dini hingga dewasa.
"Hubungan antara polusi udara dan kesehatan kulit sangatlah kompleks, tetapi salah satu dampak yang paling terlihat adalah penuaan dini pada kulit. Penuaan dini pada kulit dapat disebabkan oleh faktor eksternal atau faktor eksogen, yaitu faktor dari luar, serta faktor internal atau faktor endogen, yaitu faktor dari dalam tubuh," ujar Dermatolog dan Spesialis Kulit, dr. Agung Muhammad Reza.
Menurut dr. Agung, paparan polusi udara, termasuk asap knalpot kendaraan, asap rokok, dan asap dari kegiatan memasak, dapat menyebabkan efek jangka pendek dan jangka panjang pada kulit. Ia menjelaskan bahwa efek jangka pendek polusi udara pada kulit meliputi kekusaman dan kehilangan kecerahan. Sementara itu, efek jangka panjang meliputi garis halus, keriput, hiperpigmentasi, dan bintik-bintik hitam.
"Polusi udara merupakan ancaman serius bagi kesehatan kulit. Dampaknya dapat terlihat dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Oleh karena itu, penting untuk mengambil tindakan pencegahan dan menggunakan produk perawatan kulit yang dapat memperbaiki dan melindungi kulit," terangnya.
Ia juga memperingatkan bahwa orang yang bekerja di luar ruangan atau tinggal di lingkungan yang terpapar polusi udara, seperti pekerja konstruksi, petani, atau polisi lalu lintas, berisiko lebih tinggi mengalami kerusakan kulit. Untuk mencegah kerusakan kulit, ia menyarankan penggunaan masker dan tabir surya yang mengandung sifat anti-polusi.
"Selain itu, kerusakan kulit yang telah terjadi akibat polusi udara sebenarnya dapat diperbaiki dengan menggunakan produk perawatan kulit yang memiliki sifat regeneratif," tambahnya.
Lebih lanjut, dr. Agung juga menekankan pentingnya melindungi kulit dari kerusakan lingkungan, terutama akibat polusi udara. Dengan mengambil tindakan pencegahan yang tepat dan menggunakan produk perawatan kulit yang sesuai, masyarakat dapat menjaga kesehatan kulit mereka dan tetap terlihat awet muda.
"Saya sebagai seorang spesialis Dermatovenerologi ingin mengajak semua orang untuk mendukung upaya perbaikan kualitas udara," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
