
Ilustrasi peringatan bahaya Diabetes
JawaPos.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa kasus diabetes pada anak yang melonjak belakangan ini bukan dipicu oleh susu formula (sufor).
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, kandungan nutrisi pada susu formula telah disesuaikan dengan standar yang berlaku, serta kebutuhan anak sesuai dengan umurnya. Apalagi susu formula tidak diposisikan sebagai pengganti susu ibu (ASI).
"Susu formula itu sudah disesuaikan dengan usia anak-anak," ujar Nadia kepada media beberapa waktu lalu.
Sebagaimana diketahui, kasus diabetes pada anak ini menyerang anak dengan rentang usia 10-15 tahun.
Siti Nadia menuturkan, faktor dominan diabetes anak adalah pola hidup yang salah, seperti makan dan minum dengan kadar gula berlebih dari standar konsumsi gula harian. Jika seorang anak tidak memiliki penyakit bawaan atau penyakit yang mengganggu keseimbangan kadar gula darah, maka sangat kecil kemungkinan terkena diabetes.
"Kalau anak tidak ada penyakit (penyerta) yang menyebabkan gangguan kadar insulin yang diproduksi oleh pankreas. Itu tidak bermasalah. Karena, perilaku dan gaya hidup, pola perilaku yang berkontribusi terhadap penyakit diabetes," terang Nadia.
Dia menyebut, mengonsumsi makanan dan minuman manis berlebihan bisa memicu diabetes mellitus pada anak. Jadi, jika seorang anak minum susu formula dan tidak minum manis berlebihan, maka sangat kecil kemungkinan terjadi diabetes di kemudian hari. "Masalahnya, seringkali anak di usia 5 tahun sudah makan minum yang bermacam-macam," imbuhnya.
Berdasarkan data Kemenkes, mayoritas kasus diabetes yang menyerang anak-anak di Indonesia merupakan diabetes tipe 2. Diabetes itu akibat pola hidup. Adapun untuk diabetes tipe satu biasanya disebabkan oleh kelainan fungsi sel beta pankreas. Antara lain faktor genetik, namun diabetes tipe ini lebih sedikit kasusnya di Indonesia.
Pengamat kesehatan Tiurma Lisapine menuturkan, anak perlu diatur pola makan dan mesti berikan pola hidup sehat, di antaranya dengan berolahraga.
Dia menyebut, ada dua dua jenis diabetes. Yaitu diabetes tipe satu dan diabetes tipe dua. Diabetes tipe satu disebabkan kurangnya insulin pada anak. Ini biasanya terjadi sejak lahir. Diabetes tipe dua terjadi kepada anak remaja atau dewasa.
"Kalau diabetes tipe dua karena gaya hidup yang mengkonsumsi kadar gula yang tinggi yang menyebabkan kadar gula menjadi naik, nah itulah asal terjadinya diabetes pada anak-anak," ungkap Tiurma Lisapine yang juga dokter spesialis anak itu.
Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit kronis akibat gangguan metabolisme karbohidrat yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah. Anak-anak pengidap diabetes tipe satu tak dapat memproduksi insulin karena terganggunya fungsi sel beta pankreas, sehingga bergantung pada injeksi insulin.
Sementara itu, diabetes tipe dua disebabkan pola makan yang buruk serta pola hidup yang kurang baik. Seringnya anak mengonsumsi makanan dan minuman dengan kadar gula tinggi. Kemudian, makanan siap saji tanpa diimbangi dengan aktivitas fisik atau olahraga teratur, dapat membuat anak rentan terserang diabetes.
Untuk bisa menghindari penyakit tersebut, Tiurma menyarankan para orang tua melakukan pengawasan ekstra, agar pola makan anak-anak dapat beragam, mengandung gizi yang seimbang dan agar dapat menghindari makanan minuman yang tinggi gula.
Jika mendapati anak terdiagnosa diabetes, sambung Tiurma, jangan serta merta menghakimi atau membuat anak itu berbeda dari anak yang lain. Usahakan anak itu tetap hidup seperti anak yang lain. Namun, dengan beberapa hal yang harus diwaspadai misalnya pada diabetes tipe satu, anak akan lebih mudah lelah, berat badan akan menurun, sering kencing, dan sebagainya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
