Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 Januari 2023 | 04.41 WIB

Potensi Jamur Reishi untuk Kesehatan, Merawat Kulit hingga Antikanker

Paparan sinar matahari berlebihan bisa membuat kulit cepat menua dan kusam. Salah satu cara mengatasinya dengan memanfaatkan khasian kandungan jamur reishi atau lingzhi yang terbukti bisa mencegah kerusakan akibat radikan bebas perusak sel. (Mushome.id) - Image

Paparan sinar matahari berlebihan bisa membuat kulit cepat menua dan kusam. Salah satu cara mengatasinya dengan memanfaatkan khasian kandungan jamur reishi atau lingzhi yang terbukti bisa mencegah kerusakan akibat radikan bebas perusak sel. (Mushome.id)

JAMUR reishi atau lingzhi di Indonesia tidak diolah sebagai makanan karena rasa yang pahit dan pedas. Namun, sangat populer sebagai obat sehingga orang tetap memanfaatkannya. Beberapa khasiatnya, antara lain, untuk mengatasi napas yang pendek, gangguan irama jantung, mual, sulit tidur, nyeri sendi, dan untuk kesehatan saraf. Selain itu, juga sebagai antiaging dan antikanker.

Ada jenis jamur yang populer di kawasan Asia dengan sebutan reishi atau lingzhi. Popularitas jamur yang hidup di kayu itu terbukti manfaatnya bagi kesehatan berdasar pengalaman pemakaian. Sedemikian populer dan kaya manfaatnya sehingga jamur itu disebut sebagai ’’longevity-promoting-tonic”, artinya tonik untuk mendapatkan umur panjang.

Di Tiongkok jamur itu dijuluki ’’herb with spiritual potency” karena ciri yang meliputinya adalah bisa memperpanjang umur, punya kekuatan yang hebat, serta bisa mencapai kesejahteraan jasmani dan rohani. Pengobatan China menggunakannya untuk mengembalikan qi (kekuatan hidup dari dalam tubuh), relaksasi pikiran, serta mengatasi batuk dan asma.

Jamur reishi bernama ilmiah Ganoderma lucidum dari suku Ganodermataceae dan tercatat sudah dipakai sejak lebih dari 4.000 tahun lalu di Asia. Beberapa varietas jamur reishi punya nama dan warna badan buah yang berbeda. Di Jepang disebut reishi dengan warna merah yang lebih dominan, di Tiongkok warna hitam yang populer karena kandungan polisakarida yang lebih banyak.

Dari pengamatan bentuk jamur, ada kesamaan secara morfologis jamur reishi dari berbagai daerah asal. Tapi, perbedaan baru bisa terdeteksi saat mengamati struktur DNA (molekul pembawa sifat) sel. Jadi, sampai sekarang perdebatan nama dan jenis jamur dari berbagai tempat itu masih berlanjut. Namun, karena mayoritas penelitian menggunakan nama jamur Ganoderma lucidum, hasilnya pun dipandang sebagai milik dari jamur jenis tersebut. Karena itulah, konsumen perlu jeli dan teliti dalam memilih jenis jamur yang benar saat membeli.

Salah satu manfaat jamur sebagai makanan adalah kekayaan nutrisi kandungannya. Itu terbukti melalui percobaan pencampuran makanan dan jamur reishi yang ternyata meningkatkan nilai gizi makanan seperti kadar protein dan karbohidrat. Yoghurt yang dicampur jamur itu dipastikan meningkatkan kandungan lemak.

Percobaan pemberian suplemen makanan yang dicampur jamur reishi menunjukkan perbaikan kandungan mineral dalam serum darah. Perbaikan yang berjalan seiring peningkatan takaran jamur itu sangat baik bagi pembentukan struktur tulang yang sehat. Yang juga menarik adalah pembuktian khasiat campuran jamur reishi dan ginseng dalam masakan sup. Ternyata, campuran tersebut menyebabkan peningkatan kekuatan sistem imun dan membaiknya kerja sistem saraf.

Kehebatan khasiat jamur reishi erat berkaitan dengan kekayaan kandungan yang luar biasa. Secara umum, ada kandungan golongan polifenol, polisakarida, steroid, triterpenoid, asam amino, mineral, trace elements (mineral dalam jumlah sedikit, seperti zinc, tembaga, selenium, manganum), dan vitamin.

Sebuah studi mengidentifikasi sekitar 400 zat kandungan yang dijumpai di beberapa bagian badan jamur. Itulah yang menyebabkan jamur reishi bisa digunakan untuk penyakit infeksi yang baru dikenal, seperti HIV/AIDS dan infeksi virus baru lain. Juga untuk pengobatan penyakit yang sebelumnya masih belum diketahui obatnya, seperti berbagai jenis kanker dan gangguan sistem ketahanan tubuh.

Perawatan Kulit


Sejarah pemakaian turun-temurun jamur reishi untuk kulit perlu dicermati. Terutama berkaitan dengan peluang pengembangan sebagai produk perawatan kulit. Contohnya, kemampuan kandungan jamur itu untuk memperbaiki kulit yang mengalami kerusakan karena paparan sinar matahari sehingga menjadi cepat menua dan kusam. Cara kerjanya juga sudah diteliti oleh peneliti Tiongkok. Antara lain, mengatasi kerusakan inti sel, mencegah kerusakan akibat radikal bebas perusak sel, dan mengendalikan peradangan.

Selain itu, kandungan polisakarida jamur bisa mempercepat penyembuhan luka pada penderita diabetes. Khasiat tersebut penting pada percepatan penyembuhan luka bakar yang mudah mengalami infeksi. Percobaan pemberian ekstrak bagian tubuh jamur itu terbukti dapat mengatasi infeksi akibat kuman yang sudah kebal terhadap obat modern. Informasi tersebut sangat bermanfaat walau studi masih perlu dilanjutkan.

Antikanker


Informasi tidak tertulis mengindikasikan khasiat jamur reishi sebagai pencegah kanker. Orang Tiongkok pada masa lalu percaya bahwa kanker dapat dicegah dengan minum air rendaman jamur reishi. Air hasil rendaman jamur selama semalam itu diminum keesokannya secara teratur.

Ternyata, khasiat pencegah kanker itu sudah dipelajari secara intensif melalui riset terhadap berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara, serviks, paru, usus, prostat, dan banyak lagi. Mekanisme kerjanya pun sudah dipelajari. Peneliti Tiongkok, Argentina, dan Australia menemukan fakta penyembuhan pasien yang lebih cepat ketika kemoterapi dilaksanakan bersamaan dengan pemberian jamur reishi. Keadaan itu terjadi, antara lain, karena respons imun yang menguat. (*)

Cara Menyiapkan Jamur Reishi pun Sederhana Saja, yaitu:


- Pilih jamur yang benar (banyak digunakan yang berwarna merah), iris lebih tipis, keringkan di bawah cahaya matahari. Simpan dalam wadah yang bersih dan kering.

- Ambil sejumlah jamur kering, masukkan ke dalam panci stainless steel, tambahkan air.

- Panaskan dengan api kecil hingga mendidih, lanjutkan pemanasan selama 15 menit.

- Saring, siap dihidangkan.

Perhatian

- Jamur ini tergolong aman dikonsumsi.

- Kehati-hatian tetap diperlukan, terutama pada mereka yang memang sensitif pada makanan berbahan jamur dan jamur itu sendiri.

- Ibu hamil dan menyusui perlu kehati-hatian.

Dari berbagai sumber




*) Prof Dr Apt Mangestuti Agil MSGuru besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Kanal Kesehatan Prof Mangestuti

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore