
OBAT LUAR: Asti Lukita saat mengobati tangannya yang terkilir dengan tanaman cocor bebek, Kamis (22/12). Tanaman tersebut juga bisa digunakan untuk mengobati luka, memar, dan keseleo. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)
Masyarakat mengenal tanaman cocor bebek atau sosor bebek hanya sebagai tanaman hias yang mudah tumbuh. Tidak lebih dari itu. Namun, sungguh mengejutkan. Daun tanaman itu ternyata mulai mendapat perhatian peneliti dari berbagai negara. Terutama karena manfaatnya untuk pengobatan luar, termasuk luka. Sedemikian populernya khasiat itu, sehingga perusahaan kosmetik ternama pun menggunakannya sebagai salah satu bahan baku pembuatan krim untuk kulit.
---
NAMA ilmiah tanaman ini adalah Kalanchoe pinnata, dari suku Crassulaceae, dan berasal dari Madagaskar di Afrika. Termasuk jenis tanaman menahun dengan tinggi mencapai 1–1,5 m, dan sukulen. Artinya, ada bagian jaringan tanaman yang menebal sebagai tempat cadangan air.
Daun yang menjadi ciri utama tanaman tersebut mudah dikenal, yaitu tebal dan banyak kandungan air. Itu membuat cocor bebek dipandang sebagai tanaman yang mampu bertahan dalam kondisi kekeringan. Bagian tepi daun bergerigi yang ditumbuhi tunas mirip dengan cangkang kerang.
Tunas daun dapat menjadi alat pembiakan, yaitu cukup dengan memotong daun yang bertunas dan langsung menanamkannya. Batangnya lunak dan beruas. Sementara itu, bunganya berwarna merah muda.
Informasi pemanfaatan tanaman cocor bebek oleh masyarakat dari berbagai negara menunjukkan sejumlah pengalaman untuk pengobatan dalam dan luar. Di Amerika, Afrika, Tiongkok, Australia, dan India, cocor bebek digunakan secara luas dalam pengobatan tradisional.
Di India, misalnya. Jus daun atau rebusan daun dalam air cocor bebek digunakan untuk mengatasi bisul, luka gigitan serangga, dan menghentikan pendarahan karena teriris. Pada pemakaian dalam, antara lain, untuk gangguan saluran cerna dan saluran pernapasan. Beberapa negara menggunakannya untuk mengatasi keseleo atau memar, luka bakar, pembengkakan, sebagai antidiabetes, anti-ulcer, antihipertensi, dan pelindung fungsi liver.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Prediksi Skor Madura United vs Arema FC: Pertarungan Seru Ze Gomes dan Andre Caldas
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Prediksi Skor Toulouse vs Strasbourg: Les Violets Berusaha Akhiri Paceklik Gol di Kandang
Prediksi Skor Cagliari vs Frosinone: Canarini Bidik Akhiri Kutukan 13 Tahun
Prediksi Skor PSIM Yogyakarta vs Dewa United: Banten Warriors Curi Kemenangan di Sultan Agung
Kamera Pengintai Identifikasi 19 Macan Tutul Jawa Beserta Rantai Makanannya di TNBTS

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022