
Asupan serat yang cukup dapat membantu penurunan berat badan.
JawaPos.com - Dokter spesialis gizi klinik dr. Luciana Sutanto SpGK mengatakan, orang yang menerapkan diet vegetarian bisa berpotensi kekurangan vitamin jika tidak mencari kelengkapan gizinya, dikutip dari ANTARA.
"Misalnya zat besi itu kan banyak dalam daging, dia harus melengkapi diri dengan variasi kacang yang lengkap," ucapnya dalam diskusi mengenai diet vegetarian yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu (2/11).
Vegetarian yang dimaksud Luciana adalah seseorang yang mengonsumsi telur dan susu tetapi tidak makan daging sapi, kambing, dan unggas, serta ikan.
Ia menjelaskan beberapa kelompok vegetarian seperti vegan yang sama sekali tidak mengonsumsi protein hewani termasuk telur dan susu. Selain itu, ada ovo vegetarian yang mengonsumsi telur dan pescatarian yang mengonsumsi telur, susu, ikan, dan seafood tetapi tidak mengonsumsi daging.
"Kalau yang di Indonesia sebagian masih mengonsumsi telur dan susu, tetapi sebagian tidak. Kalau untuk kelompok yang masih mengonsumsi ikan itu termasuk jarang," ucapnya.
Dokter yang praktik di RS Mitra Keluarga Kemayoran ini mengatakan seseorang yang menjalani diet vegetarian dikhawatirkan akan kekurangan asam amino yang bersumber dari protein untuk pembentukan sel tubuh.
"Sumber protein itu penting banget karena protein itu dipakai tubuh untuk mengganti sel yang rusak, bikin sel baru, itu fungsi protein," ucap Luciana.
Protein sangat dibutuhkan khususnya bagi anak-anak yang sedang masa pertumbuhan dan ibu hamil karena ada pertumbuhan janin dalam tubuhnya.
Untuk kelompok-kelompok yang sedang proses pembentukan tubuh juga membutuhkan protein lebih banyak yang bersumber dari daging.
"Dalam hal ini mesti juga dicermati karena orang-orang yang ingin membentuk tubuh, olahraganya seminggu dua kali sedangkan dia konsumsi proteinnya sepanjang hari dan banyak, akibatnya malah konsumsi yang berlebihan ini menyebabkan obesitas," ucapnya.
Lebih lanjut Luciana menyarankan untuk konsumsi makanan sehat yaitu gizi seimbang yang telah dianjurkan oleh World Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan. Gizi seimbang yang dianjurkan terdiri atas karbohidrat, lauk pauk, sayur, dan buah untuk tiga kali makan dalam sehari.
"Kalau yang disebut lauk pauk itu adalah kelompok bahan makanan sumber protein bisa dari daging, telur, susu, unggas, ikan, seafood kacang-kacangan termasuk tempe tahu, itu penting banget," ucapnya.
Luciana mengatakan jika ingin menjalani diet vegetarian, bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter ahli gizi agar bisa ditentukan berdasarkan status gizi dan diagnosisnya.
"Biasanya kita melakukan diagnosis status gizi, itu yang paling basic, ada lagi status gizi berdasarkan metabolik," ucapnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
