Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Juni 2026 | 20.48 WIB

Bukan Diet Menyiksa, Ini Rahasia Ery Makmur Turun 40 Kg Menurut dr. Tirta

Ilustrasi gambar dari Pinterest @heymale

JawaPos.com - Penampilan baru Ery Makmur bikin warganet pangling setelah hadir dalam podcast bersama dr. Tirta.

 
Sosok yang punya celetukan khas "sleketep" di acara televisi Awas Ada Sule itu tampil dengan penampilan yang jauh berbeda.
 
Banyak warganet dibuat terkejut karena tubuh Ery kini terlihat jauh lebih bugar dibanding beberapa tahun lalu.
 
Dalam perbincangan tersebut, Ery menceritakan perjalanan panjangnya mengubah gaya hidup.
 
Ia mengaku tidak memilih jalan instan atau diet ekstrem. Sebaliknya, perubahan yang dilakukan berlangsung secara bertahap dengan memperbaiki pola makan, rutin berolahraga, dan menjaga konsistensi setiap hari.
 
Perubahan terbesar Ery berawal dari keinginan sederhana, yakni ingin hidup lebih lama dan bisa mendampingi keluarga serta anak-anaknya.
 
Menurutnya, kesehatan menjadi investasi paling penting agar tetap dapat menikmati waktu bersama orang-orang tercinta.
 
Motivasi inilah yang membuatnya mampu bertahan menjalani proses penurunan berat badan selama lebih dari satu tahun.
 
Hasilnya pun tidak main-main. Dalam waktu sekitar 15 bulan, berat badan Ery berhasil turun dari sekitar 118 kilogram menjadi 78 kilogram atau berkurang hampir 40 kilogram.
 
Transformasi tersebut menjadi bukti bahwa perubahan besar bisa dicapai tanpa metode ekstrem, melainkan melalui disiplin dan kebiasaan sehat yang dilakukan secara konsisten.
 
Pada podcast tersebut, dr. Tirta juga meluruskan anggapan bahwa ada makanan yang sepenuhnya buruk.
 
Menurutnya, tidak ada makanan yang jahat. Yang perlu diperhatikan adalah jumlah konsumsi, keseimbangan gizi, serta total kalori yang masuk ke dalam tubuh.
 
Karena itu, seseorang tetap bisa menikmati makanan favorit selama porsinya terkontrol dan sesuai dengan kebutuhan tubuh.
 
dr. Tirta menjelaskan bahwa diet bukan berarti menyiksa diri dengan menghilangkan semua makanan yang disukai.
 
Kunci utamanya adalah menciptakan defisit kalori yang sehat, memperbanyak konsumsi makanan bergizi, mengurangi minuman manis, serta membangun pola makan yang bisa dipertahankan dalam jangka panjang.
 
Dengan cara ini, program penurunan berat badan menjadi lebih realistis dan tidak mudah membuat seseorang menyerah.
 
Selain mengatur pola makan, olahraga juga menjadi bagian penting dari perubahan gaya hidup. dr. Tirta menekankan bahwa aktivitas fisik tidak harus langsung berat.
 
Jalan kaki, bersepeda, latihan beban secara bertahap, atau olahraga yang disukai justru lebih efektif jika dilakukan secara rutin daripada olahraga berat tetapi hanya sesekali.
 
Konsistensi menjadi faktor yang jauh lebih penting dibanding intensitas tinggi dalam waktu singkat.
 
Menurut dr. Tirta, obesitas tidak hanya dipengaruhi oleh makanan. Pola tidur yang buruk, tingkat stres, hingga kebiasaan sehari-hari juga berperan besar terhadap kenaikan berat badan.
 
Oleh sebab itu, perubahan gaya hidup harus dilakukan secara menyeluruh. Ia juga mengingatkan bahwa mempertahankan berat badan ideal sering kali lebih sulit daripada menurunkannya.
 
Setelah target tercapai, seseorang tetap harus menjaga pola makan, aktif bergerak, dan mempertahankan kebiasaan sehat agar berat badan tidak kembali naik.
 
Kisah Ery Makmur menjadi contoh bahwa transformasi tubuh membutuhkan proses, kesabaran, dan alasan yang kuat untuk berubah.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore