Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Oktober 2022 | 23.38 WIB

Diawali dengan Gangguan Haid, Ketahui Perbedaan Miom dan Kista

Minum teh dengan perut kosong bisa menyebabkan gangguan pada perut. (NDTV) - Image

Minum teh dengan perut kosong bisa menyebabkan gangguan pada perut. (NDTV)

JawaPos.com - Sebagian perempuan mungkin mengalami nyeri saat haid. Jika sudah menyiksa dan tak tertahankan, jangan dianggap sepele. Sebab salah satu masalah reproduksi perempuan yang umum terjadi adalah miom dan kista. Apa bedanya?

Miom dan kista terjadi pada perempuan dengan usia produktif. Miom adalah jenis tumor non-kanker yang terbentuk di dinding otot rahim, sedangkan kista adalah kantong berisi cairan yang berkembang di dalam ovarium.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dari Siloam Hospitals Mampang, dr Muhamad Reza Tiansah, Sp.OG., mengatakan keduanya berbeda sekalipun gejala awalnya dapat ditandai dengan gejala yang sama. Jika tidak ditangani, masalah ini akan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Perbedaannya, kata dia, miom umumnya bersifat jinak dan sering terkait dengan siklus menstruasi, karenanya banyak yang mengabaikannya. Berbeda dengan kista yang memiliki perbedaan rentan pecah atau dapat menyebabkan ovarium terpuntir disekitar struktur pendukungnya dengan kondisi yang bisa saja menyebabkan sakit perut hebat, pusing hingga pingsan.

"Sampai saat ini penyakit ini masih terus diteliti oleh para ahli untuk mengetahui penyebab terjadinya. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko miom dan kista yakni riwayat keturunan dan obesitas serta masalah hormonal," kata secara virtual baru-baru ini.

Gejala Miom dan Kista

Keduanya terjadi keluhan awal pada miom dan kista antara lain nyeri panggul, kembung, menstruasi berat dengan anemia, sering buang air kecil dan beberapa lainnya. Namun nyatanya masih banyak pasien yang tidak merasakan atau mengalami keluhan pada aktivitas sehari hari.

Penyebab Miom dan Kista

Miom dan kista dapat terjadi kapan saja. Namun, miom rentan terjadi di usia 40 hingga 50 tahunan dan pada kenyataannya tumbuh berkelompok. Kista yang terbentuk kebanyakan adalah kista fungsional, berkembang aktif pada perempuan yang belum mencapai menopause.

“Miom akan cenderung mengecil pada perempuan yang memasuki fase menopause, dan pada kehamilan dapat mengganggu posisi bayi” jawab dr. Muhamad Reza pada HealthTalk yang disiarkan langsung melalui Instagram Live.

Pada umumnya memang kista tidak berbahaya dan menjadi salah satu faktor terganggunya kesuburan. Namun, kata dokter yang praktik setiap Selasa dan Kamis itu, kista patologis dapat bersifat jinak dan ganas, dan dapat berkembang menjadi kanker.

Pencegahan

Deteksi dini bagi perempuab usia produktif adalah kunci pencegahan. Screening awal dengan USG oleh dokter spesialis umumnya cukup dan rutin terjadwal.

"Perlu perhatian khusus dan tatalaksana tepat pada kondisi pendarahan hebat pada miom dan beberapa tindakan medis lain yang dapat dilakukan dokter spesialis. Konsultasikan dengan dokter anda” tutup dr. Reza.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore