
BUAH DARI SURGA: Tria Vebiola P. saat mengolah buah delima untuk dijadikan minuman. Kulit delima juga bisa dimanfaatkan sebagai krim untuk perawatan kulit wajah dan leher. (Allex Qomarulla/Jawa Pos)
Buah delima mudah diingat karena bentuknya unik. Pesona warna merah daging buahnya, kelezatan rasa, dan manfaatnya bagi kesehatan tidak perlu diragukan. Beberapa kitab suci keagamaan menguraikan keutamaan buah delima sebagai ”buah dari surga”. Kulit buahnya pun dapat dimanfaatkan dan memang digunakan sejak lama untuk tujuan kesehatan. Studi membuktikan jenis zat kandungan kulit buah delima tidak banyak berbeda dengan daging buahnya.
DALAM pengobatan tradisional Jawa, kulit buah delima dipakai dalam ramuan obat herbal untuk mengatasi gangguan keputihan pada wanita. Keputihan adalah sekresi cairan putih secara berlebih melalui organ kewanitaan, utamanya karena infeksi jamur dan bakteri. Wanita memang selalu khawatir pada masalah keputihan karena berdampak buruk bagi kesehatan rahim dan sistem reproduksi. Asalkan masih dalam fase dini, gangguan keputihan dapat diatasi dengan mengonsumsi rebusan kulit delima.
Berbagai negara juga memberikan rekomendasi penggunaan kulit buah delima untuk kesehatan. Secara tradisional, kulit buah dididihkan dalam air selama 10–40 menit dan larutan hasil saringan digunakan untuk mengobati diare, disentri, sebagai enema (cairan pembersih usus bagian bawah). Pemakaian di India, antara lain, untuk mengatasi diare, hidung berdarah, dan tukak lambung. Dalam kebudayaan Mesir, kulit buah delima diyakini manfaatnya untuk diare, radang, cacingan, batuk, dan bahkan infertilitas (ketidaksuburan).
Bernama ilmiah Punica granatum dari suku Lythraceae, tanaman itu dikenal dengan nama pomegranate dalam bahasa Inggris. Daerah asal tumbuhnya adalah Afghanistan, Iran, Tiongkok, dan daratan India. Budi daya delima dilakukan sejak ribuan tahun lalu. Walaupun mudah tumbuh di Indonesia, khasiatnya masih kurang mendapatkan perhatian.
Ciri kulit buah delima adalah terdapatnya selaput berupa jaringan bagian dalam dengan berat 26–30 persen berat total buah. Di situlah terkandung berbagai senyawa utama, yaitu golongan fenolik, termasuk antosianin, katekin, dan senyawa flavonoid yang lebih kompleks. Ada pula kandungan hydrolysable tannins, yaitu punicalin, pedunculagin, punicalagin, gallic, dan ellagic acid.
Studi menunjukkan, kandungan tanin adalah sumber antioksidan tertinggi pada kulit delima. Selain aktivitas antioksidan untuk mengatasi radikal bebas, tanin adalah antibakteri penyebab penyakit pada usus, termasuk bakteri kolera. Tanin menyebabkan rasa khas yang tajam pada lidah karena aktivitas sebagai astringen. Aktivitas itu menyebabkan terjadinya kontraksi sel kulit dan jaringan sekitarnya sehingga pori-pori mengecil. Jadi, selain sebagai antijamur, kerja kulit delima sebagai astringen diduga membantu mengendalikan pengeluaran cairan berlebih melalui pori kulit pada gangguan keputihan.
Hasil penelitian ilmiah terbaru makin menguatkan peran kulit delima sebagai antioksidan, antiradang, dan antimikrobial. Penelitian juga membuktikan peran itu dapat memberi nilai tambah kulit delima sebagai ”food enrichment”(meningkatkan kekayaan nutrisi makanan).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022